Rico Waas Minta Kuota Bantuan Mahasiswa Ditambah Tahun Depan

Medan – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta kuota penerima bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa ditambah pada 2027. Dengan anggaran Rp3 miliar pada 2026, program tersebut telah menjangkau 245 mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Rico menegaskan, anggaran pendidikan perlu mendapat perhatian lebih besar agar mahasiswa tidak terpaksa menghentikan kuliah akibat keterbatasan biaya. Menurutnya, pemerintah masih dapat melakukan efisiensi anggaran untuk memperluas bantuan di sektor pendidikan.

“Ini harus ditambah lagi kuotanya tahun depan. Kalau untuk pendidikan harus ditambah. Masih banyak kok yang bisa diefisienkan untuk mendongkrak bantuan pendidikan seperti ini,” kata Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa Kota Medan Tahun Anggaran 2026 di Hotel Grand Kanaya, Medan, Jumat (23/10/26).

Ia menegaskan, bantuan tersebut bersumber dari uang rakyat yang harus dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran.

“Ini bukan uang saya. Uang rakyat. Kami hanya mengelolanya dan disalurkan secara tepat,” ujarnya.

Di hadapan mahasiswa penerima bantuan dan orang tua atau wali mereka, Rico mengingatkan bahwa keberhasilan menempuh pendidikan tinggi tidak terlepas dari perjuangan orang tua yang berupaya menyekolahkan anak-anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.

Karena itu, ia meminta mahasiswa menghargai perjuangan orang tua dan memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dengan sebaik-baiknya.

“Jangan berterima kasih kepada saya, tetapi kepada orang tua kalian. Dengan segala keterbatasan dan kesulitan, mereka berupaya menyekolahkan kalian sejak SD, SMP, SMA hingga kuliah,” katanya.

Rico menegaskan, pemerintah harus hadir untuk memastikan persoalan ekonomi tidak menghalangi generasi muda dalam menyelesaikan pendidikan.

“Jangan sampai pendidikan generasi bangsa terputus karena ketiadaan biaya pendidikan,” tegasnya.

Dorong Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Rico mengatakan, perhatian terhadap pendidikan sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang layak.

Ia juga menyinggung sejumlah program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, antara lain Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda Unggulan, serta pemenuhan gizi bagi pelajar.

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa, termasuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, dukungan terhadap pendidikan perlu dilakukan melalui berbagai kebijakan, salah satunya bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa.

“Generasi adik-adik inilah yang menentukan Indonesia Emas 2045 nanti. Potensi kalian perlu mendapat perhatian. Masa depan mereka harus dipikirkan melalui berbagai cara, termasuk pemberian bantuan seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu mahasiswa lebih fokus menjalani perkuliahan, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja.

Rico juga berpesan agar ilmu yang diperoleh selama kuliah nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan Kota Medan dan kepentingan masyarakat luas.

“Kami berharap suatu saat ilmu yang didapat bisa diaplikasikan untuk kota ini. Kembalilah dan mengabdilah untuk Kota Medan. Mengabdilah untuk Indonesia,” pesannya.

245 Mahasiswa Terima Bantuan

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, mengatakan bantuan biaya pendidikan tersebut ditujukan kepada mahasiswa dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga 5.

Program ini bertujuan memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi, meringankan beban ekonomi keluarga, serta mengurangi risiko mahasiswa putus kuliah akibat keterbatasan biaya.

Pada 2026, Pemko Medan mengalokasikan anggaran Rp3 miliar melalui Dinas Sosial untuk 245 mahasiswa. Besaran bantuan bervariasi dengan nilai maksimal Rp6 juta per semester.

Adapun persyaratan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal yang disebutkan dalam program tersebut adalah 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,50 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).

Khoiruddin menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Medan atas perhatian terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa. Ia berharap bantuan tersebut dapat segera disalurkan kepada para penerima.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Medan yang telah memberikan atensi luar biasa terkait pemberian bantuan ini. Kepada adik-adik kami, semoga bantuan ini bisa segera diberikan kepada kalian semua,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa penerima bantuan, Muhammad Fahrezi Harahap, mengatakan program tersebut membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan semangat kepada mahasiswa untuk terus menuntut ilmu.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas program ini. Bagi kami, bantuan ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi memperjuangkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Fahrezi.

Ia berkomitmen memanfaatkan bantuan tersebut untuk mendukung pendidikannya dan kelak memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Fahrezi juga berharap program bantuan biaya pendidikan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota dan Dinas Sosial atas bantuan ini. Biarlah ekspresi orang tua kami yang mewakili kebahagiaan kami hari ini,” tuturnya.

Sebelum penyerahan bantuan, motivator Yovie Andinata turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar membangun pola pikir dan mental positif dalam merancang masa depan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk terus belajar, menggali pengetahuan dari berbagai sumber, dan mengikuti perkembangan zaman. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *