Medan – Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba, SH, MM, mendorong Rektor Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dosen dan fasilitas yang berkaitan dengan kemahasiswaan.
Hal itu disampaikan Parlindungan dalam acara Wisuda Universitas Sari Mutiara Indonesia Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Griya Benn Convention Hall, Medan, Jumat (23/10/2026).
Parlindungan mengatakan, keberadaan lima profesor menjadi hal yang menggembirakan bagi USM-Indonesia. Selain itu, perguruan tinggi tersebut telah memiliki 53 dokter, sementara 30 lainnya sedang menempuh pendidikan S3.
“Lima profesor ini menggembirakan bagi kita. Kita sudah mempunyai dokter sebanyak 53 orang, dan ada 30 lagi yang sedang kuliah S3. Ini membuktikan USM Indonesia sedang meletakkan fondasi yang kuat, karena kualitas dosen betul-betul dijaga, sehingga pada saatnya lulusan akan mengisi lapangan pekerjaan karena kompetensinya sudah diakui,” ujar Parlindungan.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar akademik. Parlindungan mengaku terharu atas keberhasilan para lulusan tersebut.
Ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama mahasiswa menempuh pendidikan di USM-Indonesia terdapat kekurangan. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan akan menjadi bahan perbaikan bagi perguruan tinggi tersebut.
“Anda telah lulus, menyandang gelar, saya terharu. Pertama saya mengucapkan selamat dan minta maaf jika selama ada kekurangan selama di USM Indonesia, tapi masukan yang disampaikan akan kami terus perbaiki,” katanya.
Sementara itu, Rektor USM-Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, SH, MKes, mengapresiasi kepercayaan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia hingga Timor Leste yang memilih USM-Indonesia sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi.
Ivan mengatakan, mahasiswa dan mahasiswi USM-Indonesia berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat, hingga Papua Pegunungan. Bahkan, terdapat mahasiswa dari Timor Leste yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi tersebut.
“Ada yang dari Provinsi Aceh, ada yang pasti dari Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi. Ada dari Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Papua Barat dan Papua Pegunungan. Bahkan ada dari Negara Timor Leste yang menempuh pendidikan di USM-Indonesia. Kita melihat bahwa ini adalah bentuk kepercayaan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujarnya.
Ivan menegaskan, para lulusan USM-Indonesia harus memiliki nilai-nilai utama atau core values yang menjadi ciri khas sekaligus pedoman dalam kehidupan dan dunia kerja. Nilai-nilai tersebut terangkum dalam STRONG.
STRONG terdiri atas spiritualisme, yaitu menjunjung tinggi nilai moral, etika, dan spiritual; intelektualisme, yakni memiliki kemampuan berpikir kritis, wawasan luas, serta penguasaan ilmu pengetahuan; profesionalisme, yaitu bekerja dengan kompetensi, tanggung jawab, dan standar etika profesi yang tinggi; nasionalisme, yakni memiliki rasa cinta tanah air dan komitmen terhadap kemajuan bangsa Indonesia; serta globalisme, yaitu memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan global.
“Saya berharap core values ini tetap menjadi bagian dari hidup kalian, menjadi pegangan dalam hidup kalian,” katanya.
Ivan juga mengingatkan bahwa keberhasilan meraih gelar bukan semata-mata hasil kerja keras mahasiswa, tetapi juga berkat dukungan dosen, tenaga kependidikan, orang tua, dan keluarga.
Menurutnya, para dosen dan tenaga kependidikan memiliki tanggung jawab untuk membentuk sumber daya manusia sesuai dengan visi dan misi USM-Indonesia. Sementara itu, dukungan orang tua dan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.
“Setiap prestasi itu pasti membutuhkan kerja keras, membutuhkan tekad yang kuat, membutuhkan disiplin yang ketat, dan membutuhkan doa dan restu dari orang tua kita,” tegasnya.
Ivan berharap para wisudawan memiliki kepercayaan diri ketika memasuki dunia kerja dan terjun ke tengah masyarakat. Ia juga berpesan agar para lulusan tetap menjadi pribadi yang baik serta menghargai orang lain.
“Setelah keluar dari acara wisuda ini, tegakkan kepalamu, yakinkan hatimu bahwa kau mampu, kalian mampu untuk berkarya bagi dirimu, bagi keluargamu, bagi universitas kita, bagi bangsa dan negara kita. Semoga Tuhan memberkati kita. Terima kasih,” tuturnya.
Hadir juga Konsul Kehormatan Timor Leste Irawan dan lainnya. Adapun wisudawan dan wisudawati USM-Indonesia pada periode ini berasal dari Program Studi Apoteker, Ilmu Komunikasi, Ilmu Perpustakaan, Akuntansi, Manajemen, DIII Kebidanan, dan DIII Keperawatan. (SC03)















![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)




















