MUI Ingatkan Potensi Pengkhianatan Gencatan Senjata Oleh AS dan Israel

Jakarta – Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mengingatkan potensi pengkhianatan gencatan senjata oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

MUI menyambut baik prakarsa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan. MUI juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Pakistan yang telah membuat keputusan yang sangat penting.

“Meskipun demikian, MUI memandang bahwa potensi pengkhianatan terhadap kesepakatan tetap ada. Sejarah hubungan internasional sendiri menunjukkan bahwa pelanggaran terhadap perjanjian dapat terjadi dalam berbagai bentuk,” kata Prof Sudarnoto, kepada MUI Digital, di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Prof Sudarnoto menambahkan, bentuk pelanggaran perjanjian yang bisa dilakukan Amerika Serikat dan Israel seperti penafsiran sepihak atas isi kesepakatan, keterlambatan atau penghindaran implementasi komitmen, hingga tindakan terselubung yang bertentangan dengan semangat perdamaian.

“Oleh sebab itu, diperlukan mekanisme pengawasan internasional yang kuat serta komitmen moral dan politik yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak agar kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar efektif,” tegasnya dilansir dari laman mui.or.id.

Prof Sudarnoto menegaskan, mekanisme ini sangat penting, antara lain, menghindari upaya Amerika Serikat dan Israel untuk memecah belah umat Islam.

“Dalam konteks ini, pelaksanaan haji tahun ini haruslah dijamin keamanan dan ketertibannya dan steril dari agitasi dari pihak manapun,” ujarnya.

Prof Sudarnoto mengingatkan, Amerika Serikat dan Israel bisa saja memanfaatkan momen ini untuk memecah belah dan mengadu domba sebagai salah satu bagian dari pengkhianatan terhadap kesepakatan.

Dalam konteks politik domestik Amerika, kata dia, perkembangan ini juga berpotensi mengaruhi posisi Donald Trump.

“Jika gencatan senjata ini dipersepsikan sebagai keberhasilan dalam meredakan konflik tanpa perang terbuka, maka tingkat kepercayaan publik dapat meningkat dan memperkuat legitimasi politiknya,” tegasnya.

Hal ini secara tidak langsung dapat meredam wacana-wacana politik seperti impeachment. Namun, dinamika politik internal Amerika tetap kompleks dan sangat bergantung pada persepsi publik. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *