Mahasiswa Sembilan Negara Meriahkan Festival Handai 2025 di UMSU

Medan – Sebanyak 86 mahasiswa asing dari sembilan negara berpartisipasi dalam Festival Handai 2025 yang digelar oleh Lembaga Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Kamis (13/11), di Aula FKIP UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan.

Festival bertema “Persahabatan Jembatan Peradaban: dari Lokal ke Global” ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor III UMSU, Dr. Rudianto, M.Si.

Para peserta berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Thailand, Kamboja, Malaysia, Yaman, Sudan, Etiopia, dan Nigeria. Mereka menampilkan parade budaya, seni, serta berbagai atraksi khas negara masing-masing.

Dalam sambutannya, Dr. Rudianto menyebut festival ini sebagai wujud kegembiraan bersama sekaligus ajang mempererat silaturahmi antara mahasiswa asing dan civitas akademika UMSU.

“Ini menjadi bentuk kebersamaan dan silaturahmi bagi mahasiswa asing yang belajar Bahasa Indonesia di UMSU. Apalagi Bahasa Indonesia kini telah diakui UNESCO, dan festival ini menjadi momen tepat untuk merayakan pengakuan tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan metode pembelajaran BIPA UMSU yang dinilai efektif dan menyenangkan.

“Mahmud dari Nigeria baru dua hari belajar, tapi sudah bisa berinteraksi dalam Bahasa Indonesia. Ini bukti metode BIPA UMSU mudah dipahami dan fun,” tambahnya.

Dr. Rudianto berharap ke depan semakin banyak mahasiswa mancanegara bergabung dengan UMSU.

“Tahun depan kita targetkan peserta dari Timor Leste juga ikut bergabung. Saat ini sudah ada mahasiswa dari Inggris, Nigeria, dan beberapa negara lainnya. Ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap UMSU terus meningkat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dua mahasiswa asing UMSU yang lolos ke Festival Handai Nasional 2025, serta capaian Kepala BIPA UMSU, Dr. Cut Novita Srikandi, yang berhasil menjadi finalis pengajar BIPA internasional.

Apresiasi turut datang dari Kepala Balai Bahasa Sumatera Utara, Dr. Asrif, M.Hum., yang memuji prestasi UMSU di tingkat global.

“UMSU luar biasa, apalagi kini sudah diakui di QS World University Rankings Asia 2026. Saya kira prestasi internasional ini sangat pantas diraih,” ujarnya.

Ia berharap di usia ketiganya, BIPA UMSU terus menjadi kekuatan akademik yang berkontribusi terhadap kemajuan Bahasa Indonesia di kancah dunia.

Sementara itu, Kepala BIPA UMSU, Dr. Cut Novita Srikandi, menjelaskan bahwa Festival Handai bukan sekadar ajang tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat jalinan antarbangsa melalui bahasa.

“Ini bukan sekadar pertemuan, tapi jembatan persahabatan antarnegara. Semangatnya adalah mengenalkan Bahasa Indonesia ke dunia,” katanya.

Ketua Panitia, Yulhasni, S.S., M.Si, menambahkan bahwa festival tahun ini berbeda dari sebelumnya.

“Kalau tahun lalu diisi dengan perlombaan, kali ini kami menampilkan parade dan pertunjukan budaya dari masing-masing negara,” jelasnya.

Rangkaian acara dimeriahkan dengan parade kuliner khas berbagai negara, monolog tentang Kota Medan oleh mahasiswa asal Thailand, pembacaan puisi “Bahasa yang Menyatukan Kita”, serta pertunjukan vokal.

Festival Handai BIPA UMSU 2025 menjadi bukti komitmen UMSU dalam memperkenalkan Bahasa Indonesia ke dunia melalui kegiatan yang edukatif, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.

Turut hadir dalam acara tersebut Konsulat Timor Leste di Medan Irwan, S.E., M.M., perwakilan Alliance Française Medan Ayokta Ghea Merizzkah Panjaitan, perwakilan BIPA Universitas Alwashliyah Dr. Susy Deliani, M.Hum., serta jajaran Balai Bahasa Sumatera Utara. (SC08)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *