Dairi – Dalam upaya merawat tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal, Luga Community Silahisabungan kembali menggelar Lomba Solu (sampan tradisional Batak) untuk yang kedua kalinya. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Desember 2025, dan dipusatkan di Dermaga Apung Tao Silalahi, Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Perhelatan budaya tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Selain lomba Solu, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti pertunjukan musik gondang, tor-tor, tari-tarian daerah, penanaman pohon, serta jelajah wisata (explore) Tao Silalahi.
Meski demikian, di tengah semarak kegiatan, panitia menyayangkan masih minimnya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah terhadap kegiatan yang berfokus pada penggalian dan pelestarian potensi budaya lokal tersebut.
Ketua Panitia Lomba Solu ke-2, Bona Pintubatu, mengatakan kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut akhir tahun 2025 sekaligus Tahun Baru 2026. Selain itu, lomba Solu juga bertujuan menggali dan melestarikan budaya warisan leluhur masyarakat Batak yang telah dijaga secara turun-temurun.
“Fokus utama kami adalah kebersamaan dalam melestarikan warisan leluhur,” ujar Bona saat ditemui pada Minggu (21/12/2025).
Bona juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung dan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan yang turut berpartisipasi dan mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Silalahi II, Belman Silalahi, dalam sambutannya mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas serta mengutamakan keselamatan selama perlombaan berlangsung.
“Mengingat ini merupakan olahraga air di danau yang cukup dalam, seluruh peserta wajib menggunakan pelampung. Mari kita jaga keamanan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Belman.
Ia berharap Lomba Solu dapat menjadi agenda rutin tahunan dan mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah pada masa mendatang.
Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Dairi Fraksi PDI Perjuangan, Veri Antoni Sidebang, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kawasan Silahisabungan harus mampu mengejar ketertinggalan dari daerah lain di sekitar Danau Toba dalam pengembangan olahraga air tradisional.
“Tidak ada kata terlambat. Ini adalah titik awal untuk membangkitkan kembali semangat Solu di Silahisabungan,” ujar Veri.
Sebagai putra daerah, Veri Antoni Sidebang menyatakan komitmennya untuk mengawal pelestarian budaya lokal melalui jalur legislatif, mengingat Danau Toba merupakan salah satu destinasi wisata strategis nasional.
“Danau Toba memiliki potensi luar biasa. Saya berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan wisata dan budaya daerah,” pungkasnya.
Lomba Solu Luga Community ke-2 ini diikuti peserta dari Kabupaten Dairi dan Kabupaten Tapanuli Utara. Perlombaan berlangsung sengit dengan para peserta saling mendahului di perairan Tao Silalahi.
Adapun pemenang Lomba Solu ke-2 adalah:
Juara I: Darlin Silalahi
Juara II: Hipas Sitanggang
Juara III: Rio Situmorang
Kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus sarana promosi wisata Danau Toba, khususnya di wilayah Silahisabungan. (SC-Romi)
![]()






















