Kembangkan Alat Deteksi TBC, Mahasiswa UMSU Berjaya di PIMNAS 39

Medan – Inovasi teknologi kesehatan yang dikembangkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil mencuri perhatian juri Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39. Melalui karya berupa perangkat portabel pengumpul dahak yang terintegrasi dengan teknologi pembaca tes cepat tuberkulosis (TBC), tim UMSU meraih Juara Favorit pada ajang ilmiah mahasiswa bergengsi tingkat nasional tersebut.

Penghargaan diumumkan pada malam puncak penganugerahan PIMNAS ke-39 di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jumat (6/11). Kompetisi yang berlangsung pada 2–7 November 2026 itu diselenggarakan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI.

Tim peraih penghargaan berasal dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), dengan dosen pembimbing Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis. Tim diketuai Udzri Diyaul Haq, beranggotakan Raissa Evlina dan Tri Yudha Lapari dari FKIK, Ferdiansyah Putra dari Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI), serta Muhammad Aga dari Fakultas Teknik (Fatek).

Dalam kompetisi kategori Karsa Cipta, mereka mengusung karya berjudul Perangkat Portable Pengumpul Dahak Berbantu Nebulizer Piezoelektrik Terintegrasi Pembaca Tes Cepat Tuberkulosis Berbasis Convolutional Neural Network.

Capaian tersebut disambut gembira mahasiswa dan dosen pendamping UMSU yang hadir langsung menyaksikan malam penganugerahan. Prestasi ini sekaligus menambah deretan pencapaian mahasiswa UMSU dalam kompetisi ilmiah tingkat nasional.

Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, PIMNAS merupakan salah satu ajang prestisius yang menjadi tolok ukur kreativitas, kemampuan akademik, dan daya saing mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia.

Ia menilai prestasi ini membuktikan mahasiswa UMSU mampu bersaing dan menunjukkan keunggulan di tengah kompetisi dengan berbagai perguruan tinggi besar di Tanah Air.

“Alhamdulillah, selamat kepada tim yang meraih juara. Kreativitas mahasiswa kita luar biasa, ditambah daya juang yang tinggi. Ini membuktikan mahasiswa UMSU mampu menunjukkan keunggulannya di tingkat nasional dan memenangkan persaingan,” ujarnya.

Akrim menegaskan, UMSU berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas dukungan terhadap mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik, kreativitas, dan inovasi.

Menurutnya, mahasiswa yang memiliki talenta dan gagasan inovatif harus mendapat ruang serta dorongan untuk menguji kemampuan melalui berbagai kompetisi bergengsi, termasuk PIMNAS.

“UMSU akan terus memberikan semangat dan dorongan kepada mahasiswa yang memiliki talenta untuk menyampaikan ide dan gagasannya dalam kompetisi bergengsi seperti PIMNAS,” katanya.

Ia berharap prestasi tersebut semakin memotivasi mahasiswa untuk melahirkan inovasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UMSU, Assoc. Prof. Dr. Faisal, M.Hum., turut menyampaikan kebanggaannya atas capaian mahasiswa tersebut. Ia mengatakan, keberhasilan di PIMNAS merupakan bagian dari tradisi prestasi yang terus dibangun UMSU.

Menurut Faisal, PIMNAS tidak semata-mata menjadi ajang perebutan penghargaan, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan keterampilan mahasiswa, terutama kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.

“PIMNAS bukan hanya tentang merebut juara atau prestasi, tetapi juga menjadi proses pembentukan soft skill dan karakter agar mahasiswa memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Student Research and Creativity Center (SRCC) UMSU, Dr. Fatimah Sari Siregar, S.Pd., M.Hum., mengungkapkan bahwa keberhasilan tim tidak terlepas dari proses persiapan yang matang dan pendampingan berkelanjutan.

SRCC, katanya, terus melakukan pemantauan dan pembimbingan terhadap mahasiswa dalam setiap tahapan kompetisi. Persiapan dilakukan secara terstruktur agar seluruh aspek yang diperlombakan dapat dihadapi secara maksimal.

“Kami meyakini proses persiapan yang dijalani tim sangat ketat dan terstruktur. Berbagai upaya maksimal dilakukan untuk memastikan setiap aspek kompetisi dipersiapkan dengan baik sehingga hasil yang dicapai juga maksimal,” tuturnya.

Pada PIMNAS ke-39, UMSU mengirimkan empat tim dengan pendampingan dosen pembimbing. Capaian tahun ini sekaligus melanjutkan prestasi kontingen UMSU pada PIMNAS tahun sebelumnya di Universitas Hasanuddin, Makassar, yang berhasil meraih medali perunggu kategori Presentasi PKM-PM dan Juara Favorit kategori Presentasi PKM-RSH. (SC08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *