Kelangkaan BBM Bersubsidi di Dairi Belum Teratasi, Antrean Panjang Masih Terjadi di SPBU

Dairi – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis bersubsidi, masih terjadi di Kabupaten Dairi hingga Jumat (10/7/2026). Kondisi ini mengakibatkan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang telah berlangsung hampir dua pekan.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di SPBU Batang Beruh, Sidikalang. Bahkan, panjangnya antrean membuat kendaraan berbaris hingga membentuk dua lajur.

Sejumlah warga mengaku harus mengantre selama berjam-jam demi mendapatkan BBM dengan harga resmi. Mereka memilih mengantre karena harga BBM yang dijual di tingkat pengecer dinilai jauh lebih mahal.

Salah seorang pengendara mobil bermarga Simbolon mengaku telah mengantre lebih dari satu jam.

“Sudah lebih dari sejam kami mengantre, Bang. Tapi terpaksa kami lakukan daripada beli di eceran. Di eceran, Pertalite dijual Rp15 ribu per liter,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan pengendara lain bermarga Capah. Ia mengatakan lebih memilih mengantre di SPBU daripada membeli BBM eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi.

“Daripada isi di eceran, lebih baik saya mengantre. Kemarin sore karena SPBU sudah tutup, terpaksa beli di eceran. Pertalite katanya Rp15 ribu, tapi malah kosong. Yang ada Pertamax dengan harga Rp19 ribu per liter,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat memberatkan masyarakat. Warga dihadapkan pada pilihan sulit antara menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre atau membeli BBM eceran dengan harga yang jauh di atas harga normal.

“Ngeri kali selisih harganya, Bang. Serba salah kami. Mengantre berjam-jam banyak waktu terbuang, beli eceran harganya mahal,” tambahnya.

Masyarakat Kabupaten Dairi berharap pasokan BBM, khususnya BBM bersubsidi, segera kembali normal sehingga antrean panjang di SPBU dapat terurai dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. (SC-Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *