Toba – Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Puncak Sibodiala di wilayah Desa Silalahi Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Hingga Rabu (16/7/2025), upaya pemadaman dan penelusuran titik-titik api masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, Robert Manurung, menjelaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Toba sejak Mei 2025.
“Khusus di lereng Puncak Sibodiala, kebakaran pertama kali terjadi pekan lalu dan sempat berhasil dipadamkan. Namun, cuaca ekstrem disertai angin kencang menyebabkan api kembali muncul pada Minggu sore, 13 Juli 2025, dan mencapai puncaknya tadi malam menjelang subuh,” ujar Robert.
Upaya pemadaman dilakukan menggunakan pompa tenteng dan alat pemukul api, dibantu satuan Pemadam Kebakaran Toba. Warga, pemerintah desa, BPBD Toba, serta petugas Damkar Toba berjibaku memadamkan api dan melacak sumber-sumber titik api.
Koordinasi juga telah dilakukan dengan BPBD Provinsi Sumatera Utara dan Manggala Agni Daerah Operasi Pematang Siantar, Kementerian Kehutanan RI. Tim gabungan yang terdiri dari sembilan personel Manggala Agni dan dua unit mobil pemadam dari BPBD Pemprovsu turut terlibat dalam operasi ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan semua pihak. Semoga kebakaran ini segera dapat dikendalikan,” kata Robert.
Koordinator Tim BPBD Provinsi Sumatera Utara, Hendra Edisa Putra, AP., MM., menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Pemkab Toba dan Manggala Agni dalam upaya pemadaman. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di musim kemarau ekstrem seperti saat ini.
Hendra menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, Pemprovsu akan menggelar rapat bersama kepala daerah di kawasan Danau Toba. Rapat tersebut akan membahas kerja sama dengan BMKG untuk modifikasi cuaca dalam rangka pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Semoga hujan segera turun dan kondisi cuaca ekstrem ini dapat segera berakhir,” tutup Hendra.
Sementara itu, salah satu anggota Manggala Agni, Juni Walter Sinaga, mengatakan bahwa medan yang terjal menyulitkan proses pemadaman. “Namun ini adalah tanggung jawab kami. Semoga angin segera mereda agar pemadaman bisa lebih optimal,” ujarnya.
Penjabat Kepala Desa Silalahi Pagar Batu, Herdinawati Silalahi, menyatakan pihaknya akan memperketat pengawasan serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dan hutan. (SC-JT)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















