KAI Tegaskan Barang Pribadi Tanggung Jawab Penumpang, Tidak Ada Pemecatan di Kasus Tumbler Hilang

Jakarta – Isu hilangnya tumbler penumpang di layanan Commuter Line milik KAI yang sempat viral di media sosial beberapa hari lalu, mendapat tanggapan resmi dari manajemen perusahaan.

Menurut keterangannya, kehilangan barang seperti tumbler adalah bagian dari tanggung jawab pelanggan — bukan kelalaian petugas. KAI menjelaskan bahwa layanan Lost and Found telah tersedia di setiap stasiun dan setiap temuan barang tertinggal akan didata, diverifikasi, dan diamankan.

Dalam kasus tumbler hilang yang viral, beredar rumor bahwa petugas akan dipecat. Namun manajemen membantah, menegaskan bahwa tidak ada pemecatan — petugas tetap dipekerjakan. KAI memilih menempuh jalur mediasi dan evaluasi prosedur, bukan sanksi langsung tanpa klarifikasi.

Proses mediasi antara petugas dan penumpang telah berlangsung, dan pihak penumpang telah meminta maaf atas unggahan yang menimbulkan kegaduhan publik.

Layanan Lost and Found KAI: Data dan Komitmen Pelayanan

Dalam unggahan di Instagram @kai121_, KAI merilis data layanan Lost and Found periode Januari–Oktober 2025: tercatat 11.670 barang tertinggal dengan nilai estimasi mencapai Rp 12,88 miliar. Temuan mencakup barang-barang pribadi hingga barang berharga.

KAI menekankan layanan tersebut dirancang sebagai sarana aman bagi penumpang yang secara tidak sengaja meninggalkan barang di kereta atau stasiun. Setiap laporan akan ditangani lewat prosedur standar: pendataan detail, verifikasi, hingga koordinasi antar wilayah operasi.

Komunikasi lewat kanal resmi dan media sosial — seperti unggahan Instagram — menjadi bagian dari upaya transparansi perusahaan dalam menjelaskan prosedur serta tanggung jawab bersama: pelanggan menjaga barangnya, dan KAI menyediakan sistem aman untuk menangani barang tertinggal.

Pelajaran dari Kejadian Viral: Kesadaran Penumpang & Profesionalisme Petugas

Kejadian tumbler hilang yang menyita perhatian publik menjadi pengingat penting bahwa barang pribadi tetap tanggung jawab penumpang. Sementara itu, KAI menunjukkan komitmen menjaga integritas dan kejujuran petugas melalui penerapan SOP — bukan reaksi impulsif berdasarkan tekanan publik.

Melalui mediasi dan klarifikasi, KAI mengajak penumpang dan masyarakat luas untuk menjaga barang bawaan, serta mempercayakan prosedur Lost and Found bila terjadi kehilangan. Hal ini sekaligus menjadi pelajaran bagi pengguna kereta api agar lebih waspada, dan bagi operator agar terus memperkuat pengelolaan layanan.

KAI menyatakan bahwa bila diperlukan, pembinaan akan diberikan untuk menjaga kualitas layanan — tetapi bukan pemecatan tanpa dasar. Prinsip transparansi dan profesionalisme tetap dijunjung tinggi.

Ajakan kepada Penumpang: Teliti Bawa Barang & Segera Lapor jika Kehilangan

KAI mengimbau seluruh penumpang — atau #Railfriends — untuk selalu memeriksa kembali barang bawaan sebelum meninggalkan kereta atau stasiun. Bila ada barang yang tertinggal, segera laporkan ke petugas, Customer Service, atau layanan resmi Lost and Found. Dengan begitu, proses pelaporan dan penanganan bisa berjalan cepat, akurat, dan aman.

Perusahaan juga mendorong budaya saling menghormati: penumpang menjaga barang pribadi, petugas bertugas secara profesional, dan perusahaan memastikan transparansi layanan demi kenyamanan bersama. (SC03)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *