Pidie Jaya – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merampungkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Tenaga Ahli BNPB Kolonel (Purn) Agus Marsanto menyampaikan, sebanyak 10 kopel atau barak huntara yang diperuntukkan bagi 50 kepala keluarga (KK) telah selesai dibangun. Huntara yang telah dibangun sejak 1 Januari tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk segera ditempati oleh masyarakat terdampak.
Pembangunan Huntara di Desa Manyang Cut dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi dengan melibatkan perusahaan lokal setempat. Setiap unit huntara dilengkapi dengan fasilitas pendukung kebutuhan dasar, antara lain jaringan listrik dari PLN yang telah masuk ke lokasi serta ketersediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor.
Huntara ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana. Selain melalui huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak yang tidak menempati huntara.
Secara teknis, setiap unit huntara memiliki ukuran bangunan 3,6 meter x 4,8 meter, kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter serta teras berukuran 1,2 meter x 3,6 meter. Selain 10 barak yang telah rampung, terdapat rencana penambahan 13 barak untuk 65 KK dengan progres pembangunan saat ini sekitar 20 persen.
Agus berharap keberadaan huntara ini dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak, sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat.
BNPB bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus mempercepat penyediaan hunian sementara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya. Adapun target pembangunan huntara terus dikebut sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati huntara ketika menyambut Bulan Suci Ramadan.
BNPB Beri Pendampingan Daerah dalam Penentuan Rumah Rusak Ringan dan Sedang Akibat Bencana
Selain di Desa Manyang Cut, proses pembangunan huntara juga berlangsung di beberapa lokasi lain di Kabupaten Pidie Jaya, yakni di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu sebanyak 10 kopel untuk 50KK.
Sedangkan di Kecamatan Meurah Dua, sebanyak 9 kopel untuk 45 KK tengah dibangun di Desa Geunteng dan 34 kopel untuk 170KK dalam proses pembangunan di Desa Meunasah Bie. (SC03)






















