Simeulue – Kabupaten Simeulue dan sekitarnya diguncang gempabumi tektonik pada Minggu (18/5/2025) pukul 04:30:52 WIB. Hasil analisis BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika) menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M3.5.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2.39° LU dan 95.89° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 53 km Barat Daya Sinabang-Aceh pada kedalaman 16 km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Submarine Faulting,” kata Kepala Balai Besar MKG Wilayah I Dr. Hendro Nugroho, ST., M.Si dalam keterangan tertulisnya.
Dampak Gempabumi
Berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di Simeulue. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.
“Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas gempa bumi Kabupaten Simeulue dan sekitarnya yang terjadi pada tanggal 18 Mei 2025 dengan M4,8, dimana gempa M3.5 yang terjadi saat ini merupakan kejadiaan gempabumi susulan yang ke-1,”” ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” tutupnya. (SC03)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















