Dairi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan perpustakaan daerah. Hal ini ditunjukkan melalui penerimaan kunjungan Tim Asesor Akreditasi Perpustakaan dari Perpustakaan Nasional RI di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Raja Naga Jambe, Kompleks Taman Rekreasi Sidikalang, Rabu (4/11/2026).
Tim asesor dipimpin Dra. Mariana Ginting selaku Asisten Akreditasi Perpustakaan, bersama Husnul Khotimah dan Alfi Noor Afridyan. Kedatangan tim disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Charles Bantjin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dairi, Abdimar Tamba, beserta jajaran.
Kegiatan diawali dengan visitasi ke sejumlah ruangan perpustakaan untuk memeriksa pemenuhan standar akreditasi. Pemeriksaan meliputi enam komponen utama, yakni koleksi bahan pustaka, sarana dan prasarana, pelayanan, tenaga atau sumber daya manusia (SDM), penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan, serta komponen penguat berupa anggaran, kerja sama, dan pemeliharaan koleksi.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang dibuka secara resmi oleh Sekda Charles Bantjin.
Dalam sambutannya, Charles menegaskan bahwa kunjungan tim asesor bukan sekadar kegiatan penilaian, melainkan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan berjalan semakin baik.
Menurutnya, berbagai saran dan masukan dari tim asesor harus menjadi catatan penting untuk melakukan pembenahan serta meningkatkan kualitas pelayanan perpustakaan.
Ia menyebutkan, tantangan saat ini bukan hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga menghidupkan kembali budaya membaca dan meningkatkan literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan era digital.
Charles mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pengelolaan perpustakaan. Karena itu, setiap masukan dari tim asesor perlu dibahas dan ditindaklanjuti agar Perpustakaan Umum Daerah Raja Naga Jambe semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dairi, Abdimar Tamba, memaparkan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam pengelolaan perpustakaan. Di antaranya, belum tersedianya anggaran khusus untuk perawatan gedung serta keterbatasan SDM.
Ia menjelaskan, jumlah pegawai yang terus berkurang dari tahun ke tahun membuat personel yang tersedia harus menangani berbagai tugas sekaligus. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan yang belum berjalan optimal, bahkan mengalami perlambatan dan hambatan.
Meski demikian, Abdimar menyampaikan bahwa berdasarkan hasil akreditasi, Perpustakaan Umum Daerah Raja Naga Jambe memperoleh predikat Baik, dengan sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti untuk perbaikan ke depan.
Melalui proses akreditasi tersebut, Pemkab Dairi melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap memperoleh evaluasi serta rekomendasi konstruktif sebagai dasar pembenahan.
Dengan demikian, Perpustakaan Raja Naga Jambe tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga mampu meningkatkan mutu pelayanan, memperluas akses informasi, dan menjadi ruang tumbuhnya budaya literasi bagi masyarakat Dairi. (SC-Romi)



































