Aceh – Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) menggelar kegiatan Penyerahan Bantuan Pascabencana dalam rangka Hari Gizi Nasional 2026 di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan anak usia taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama yang terdampak banjir.
Selain menyalurkan bantuan paket balita dan anak sekolah, YAICI memberikan edukasi gizi kepada anak-anak dan orang tua, dengan penekanan bahwa susu kental manis bukan susu dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin oleh anak.
Sekretaris Jenderal YAICI, Satria Yudistira, mengatakan edukasi gizi menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana karena bantuan pangan yang diterima warga umumnya didominasi makanan instan.
“Di masa pascabencana, bantuan yang datang sering berupa makanan instan, termasuk kental manis yang masih banyak dianggap sebagai susu. Padahal kental manis tidak boleh sering dikonsumsi, apalagi oleh anak-anak,” ujar Satria.

Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran sejak dini tentang hak anak atas gizi yang sehat, terutama di tengah keterbatasan akses pangan pascabanjir.
“Kami ingin anak-anak dan orang tua memahami mana pangan yang baik dikonsumsi dan mana yang harus dibatasi, sehingga pola konsumsi yang keliru tidak berlanjut setelah masa pemulihan,” katanya.
Penyuluh Puskesmas Kecamatan Sekerak, Ersad, menyebut pengaturan konsumsi pangan anak menjadi tantangan pascabencana karena keterbatasan pilihan makanan.
“Kalau bantuan yang tersedia roti dan biskuit, roti sebaiknya menjadi makanan utama karena setara dengan nasi. Biskuit hanya sebagai selingan,” jelasnya.
Ia mengakui pemantauan kesehatan anak belum berjalan optimal akibat rusaknya fasilitas kesehatan dan belum aktifnya posyandu pascabanjir.
Datok Penghulu Desa Pematang Durian, Abdur Rahman, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai edukasi gizi serta aktivitas pendampingan anak memberi dampak positif bagi warga.
“Kegiatan ini membantu anak-anak dan orang tua memahami pola konsumsi yang lebih baik di tengah kondisi pascabencana,” ujarnya. (SC03)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















