Rumah Zakat Salurkan 40 Paket Alquran dan 29 Paket Iqro untuk Anak Penyintas Banjir di Tapanuli Selatan

Tapanuli Selatan – Semangat anak-anak di Desa Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, untuk belajar Alquran dan menyambut bulan suci Ramadhan tetap terjaga meski wilayah mereka terdampak bencana banjir.

Banjir yang melanda kawasan tersebut merendam masjid dan rumah-rumah warga. Banyak Al-Qur’an dan buku Iqro milik masyarakat hanyut dan rusak terbawa arus. Masjid yang selama ini menjadi pusat kegiatan ibadah dan pembelajaran Al-Qur’an pun belum dapat difungsikan secara optimal.

Kondisi tersebut membuat anak-anak penyintas banjir kehilangan sarana utama untuk mengaji dan belajar membaca Al-Qur’an, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Melihat kondisi itu, Rumah Zakat melalui program Syiar Qur’an menyalurkan sebanyak 40 paket Al-Qur’an dan 29 paket Iqro kepada anak-anak penyintas banjir di Desa Hutagodang.

Berdasarkan informasi yang diterima Redaksi, Sabtu (23/1/2026), penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan agar anak-anak tetap dapat belajar Al-Qur’an dengan mushaf yang layak dan baru menjelang Ramadhan.

Penyaluran Al-Qur’an dan Iqro ini dibantu oleh tujuh orang relawan Rumah Zakat yang mendistribusikan bantuan secara langsung kepada anak-anak dan warga setempat. Kehadiran relawan disambut antusias, terutama oleh anak-anak yang tampak bahagia menerima Al-Qur’an dan Iqro baru untuk kembali mengaji.

Melalui program ini, Rumah Zakat berharap anak-anak penyintas banjir tetap memiliki akses pembelajaran Al-Qur’an meskipun berada dalam kondisi pascabencana. Bantuan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat mengaji, memperkuat nilai keislaman, serta menghadirkan kebahagiaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Rumah Zakat menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga dalam menjaga keberlangsungan pendidikan dan syiar Islam. Dengan hadirnya Al-Qur’an dan Iqro baru, diharapkan cahaya Al-Qur’an tetap menyinari kehidupan anak-anak Desa Hutagodang dan menjadi penyemangat untuk bangkit bersama. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *