Medan – Plt Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Surya Syaputra Pulungan melalui Sekretaris Dinkes Kota Medan, Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Medan, Iin Juliani Saragih, SKM MM menerima Audiensi Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes) Sumut di Kantor Dinkes Kota Medan, belum lama ini.
Dalam pertemuan itu, Iin Juliani Saragih memaparkan, berbagai informasi yang beredar di media sosial (medsos) saat ini tidak bisa dijadikan sumber informasi akurat dan dapat dipercaya. Sebab banyak kekurangan dari medsos yang bisa menimbulkan dampak negatif, misal risiko kejahatan, kesehatan mental karena adanya ‘cyberbullying’, hingga sulitnya membedakan fakta.
Meski medsos banyak kekurangannya, tapi banyak masyarakat malah menjadikan media sosial sebagai sumber informasi yang bisa dipercaya, apalagi jika informasi yang disajikan bermuatan negatif, menyudutkan pihak tertentu tanpa adanya konfirmasi sebagai perimbangan dari pihak-pihak yang tertulis namanya di medsos.
“Kalau kita lihat ya banyak masyarakat sekarang suka lihat berita dari medsos yang terkadang hanya memberitakan satu pihak, tanpa adanya konfirmasi dari pihak lainnya, trkesan menyudutkan dan menjelekkan citra salah satu pihak. Anehnya lagi, masyarakat justru suka hal demikian, hingga komentar-komentarnya berisi amarah bahkan caci maki. Padahal kebenaran dari suatu informasi itu belum tentu benar. Harus dikroscek kembali,” imbuhnya.
Iin didampingi Plh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan Zulhilminil Amani SKM dan Edy Yusuf, SKM, MKM selaku Ketua Tim Kerja P2PM Dinas Kesehatan Kota Medan menyampaikan, bahwa dari medsos banyak informasi sepotong atau keterangan yang tidak lengkap. Belum lagi komentar-komentar netizennya yang terkadang tidak etis, bahkan karena medsos jadi suka marah-marah.
Pihaknya juga menyoroti medsos yang berisi informasi semisal kegiatan pemerintahan yang positif atau mendapat suatu penghargaan/prestasi malah kurang diapresiasi atau sepi tanggapan. Tapi bila ada isu negatif dari instansi pemerintahan justru disukai, paling banyak dikomentari tanpa mencari penyeimbang dari media lain (media massa) untuk tahu apakah benar informasi yang disampaikan.
Karena itulah mengapa saat ini media massa seperti surat kabar, media elektronik (televisi, radio, termasuk media online) masih sangat dibutuhkan hingga saat ini. “Kita tahu media massa memiliki aturan dalam hal peliputan hingga cara penyampaiannya ke masyarakat. Sehingga informasi yang sampai lebih akurat dan dapat dipercaya serta bisa dipertanggungjawabkan”, sebutnya.
Selaku instansi pemerintahan di bidang pelayanan kesehatan, mereka memerlukan media massa sebagai penyambung lidah atau penyampai informasi yang tepat kepada masyarakat. Karena itu, pihaknya berharap antara Forwakes dan jajaran Dinkes Medan bisa bermitra dengan baik. “Masyarakat juga diharap harus semakin cerdas dalam menyaring informasi dari medsos sehingga tidak terjebak dengan informasi tidak benar (hoaks). Perlu dilakukan kroscek ulang, dari sumber lainnya”, serunya.
Menanggapi hal itu Ketua Forwakes Sumut, Mahbubah Lubis menegaskan, media massa hadir, tugasnya selain sebagai penyampai informasi pada masyarakat juga sebagai kontrol sosial atas informasi-informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, sebagai penyeimbang, sehingga masyarakat paham mana yang benar.
Didampingi para pengurus dan anggota Forwakes Sumut, Mahbubah menjelaskan, saat ini medsos sangat berkembang pesat. Hanya saja media massa dan medsos memiliki perbedaan. Perbedaan yang sangat mendasar adalah medsos tidak memiliki izin/legalitas dalam penyebaran informasi seperti media massa, bahkan penyebar informasi melalui medsos tidak jelas pelakunya. Kabar yang disampaikan juga kita tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Ada pula si penyampai informasi menayangkan di medsosnya hanya untuk mencari sensasi, supaya viral sehingga banyak yang nge-‘like’ dan naik rating.
Ada pula informasi yang disampaikan merupakan informasi lama, entah sudah beberapa tahun lalu kejadiannya. Tapi diposting ulang lagi hanya demi ‘like’, seolah-olah kejadiannya baru berlangsung. Untungnya saat ini banyak masyarakat yang sudah cerdas, mencari tahu fakta sebenarnya dari media massa. “Jadi tugas media massa itu tidak hanya sekadar penyampai informasi tapi juga untuk mengungkap fakta sebenarnya. Masyarakat harusnya tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di medsos, sebab banyak bertebaran informasi hoaks di sana”, pungkasnya.
Katanya, keunggulan dari medsos hanyalah dalam hal kecepatan (speed), sementara media massa unggul dalam kebenaran dan kedalaman (accuracy & depth). “Sebenarnya keduanya saling melengkapi, akan tetapi media massa tetap dibutuhkan sebagai jangkar informasi yang andal di tengah ketidakpastian informasi di medsos”, ucapnya.
Mahbubah menambahkan, terkait Forwakes, selama ini sudah hadir sebagai penyampai informasi khususnya tentang pelayanan kesehatan di Kota Medan dan Sumut. “Forwakes selama 20 tahun ini sudah menjadi mitra penyampai informasi layanan hingga keluhan masyarakat terkait kesehatan, dan selama ini berjalan lancar,” ucapnya.
Selain Dinkes Kota Medan, Forwakes juga menjalin mitra dengan instansi lainnya seperti Dinkes Sumut, rumah sakit pemerintahan, rumah sakit swasta, puskesmas dan lainnya.
“Forwakes senantiasa siap menjadi mitra Dinkes Kota Medan, karena mungkin masih banyak informasi atau kegiatan berkaitan dengan kesehatan belum diketahui masyarakat, sehingga perlu disampaikan lewat media massa,” tutup Mahbubah. (SC02)






















