Medan – Pemerintah Kota Medan terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga Maret 2025, capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan telah mencapai angka 99,28 persen atau mencakup 2.521.665 peserta. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam memastikan kepesertaan aktif dan pembayaran iuran tepat waktu.
Pada pertemuan dengan BPJS Kesehatan di Kantor Wali Kota Medan pada Kamis (13/03), Wali Kota Medan, Rico Waas menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Medan terhadap keberlanjutan Program JKN bagi warga Kota Medan. Rico menambahkan bahwa Pemerintah Kota Medan siap mengambil langkah-langkah strategis guna meningkatkan kepuasan peserta JKN, termasuk dengan memperkuat koordinasi antara dinas kesehatan, rumah sakit, serta BPJS Kesehatan agar pelayanan berjalan lebih efisien.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta JKN di Kota Medan mendapatkan layanan yang terbaik di setiap fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, selain UHC ini, untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat Medan, saya akan mengadakan pertemuan dengan seluruh direktur rumah sakit dan fasilitas kesehatan untuk memastikan mereka berkomitmen dalam memberikan pelayanan optimal dan tidak ada keluhan dari masyarakat,” ujar Rico.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Yasmine Ramadhana Harahap menjelaskan bahwa segmen peserta JKN di Medan terbagi menjadi beberapa kelompok, di antaranya Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sebanyak 648.006 orang, Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda sebanyak 600.750 orang, serta peserta mandiri (PBPU) sebanyak 460.808 orang.
“Keberlanjutan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Medan tidak terlepas dari komitmen kuat Pemerintah Kota Medan dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh warganya. Dengan jumlah peserta aktif mencapai 2.004.219 jiwa dan Program Jaminan Kesehatan Medan Berkah yang telah mencakup 557.832 jiwa, kolaborasi ini menjadi bukti nyata upaya bersama dalam memberikan perlindungan kesehatan yang optimal bagi masyarakat,” terang Yasmine.
Yasmine melanjutkan, sebagai upaya memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal BPJS Kesehatan Cabang Medan telah bekerja sama dengan 191 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 49 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL). Selain itu, pembayaran layanan kesehatan peserta JKMB sepanjang tahun 2024 mencapai Rp327,29 miliar untuk biaya rumah sakit dan Rp11,98 miliar untuk biaya obat-obatan.
“Kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Medan sangat penting dalam menjaga keberlanjutan program ini. Dengan cakupan UHC yang tinggi, yang perlu kita dorong sekarang adalah peningkatan kepesertaan aktif dan kepatuhan dalam pembayaran iuran,” ujar Yasmine.
Selain itu, Yasmine menekankan bahwa BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai manfaat JKN. Menurutnya, edukasi yang tepat akan membantu mengurangi angka peserta yang menunggak dan mendorong mereka untuk lebih aktif dalam program ini.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan aktif serta manfaat jangka panjang dari kepatuhan membayar iuran. Langkah ini menurut kami penting untuk memastikan agar masyarakat Kota Medan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas,” tambah Yasmine.
Selain tantangan terkait jumlah kepesertaan dan tunggakan iuran, Yasmine mengatakan bahwa pihaknya juga terus mendorong peningkatan mutu layanan di fasilitas kesehatan. Dengan tingginya jumlah peserta JKN di Kota Medan, rumah sakit dan puskesmas diharapkan semakin responsif dalam menangani keluhan serta meningkatkan transparansi dalam pelayanan.
“Pemerintah Kota Medan dan BPJS Kesehatan Cabang Medan berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pelayanan demi meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap Program JKN,” kata Yasmine. (SC03)













![[Foto 9] Gareng, bersama putrinya Endang Nilowati, dan istrinya mendengarkan laporan persiapan pernikahan dari para dungik](https://sumutcyber.com/wp-content/uploads/2026/10/Foto-9-Gareng-bersama-putrinya-Endang-Nilowati-dan-istrinya-mendengarkan-laporan-persiapan-pernikahan-dari-para-dungik-90x90.jpg)






















