Sidikalang – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat warga Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi, harus berjuang ekstra demi mendapatkan pasokan. Bahkan, tak sedikit pengendara yang rela “menginap” di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) agar kendaraannya dapat terisi, Sabtu (6/12/2025).
Pantauan di sejumlah SPBU di Sidikalang menunjukkan antrean kendaraan mengular sejak pagi hingga malam hari. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan pasokan BBM yang masuk sehingga pengisian dilakukan secara bergilir. Akibatnya, sejumlah pengendara memilih bertahan di area SPBU, tidur di dalam kendaraan, atau beristirahat di sekitar lokasi sambil menunggu giliran.
Salah seorang warga mengaku telah mengantre sejak sore hari dan baru memperoleh BBM pada keesokan paginya. “Kalau pulang, takut pas balik justru kehabisan. Jadi terpaksa menunggu di sini sampai pagi,” ujarnya. Situasi serupa juga dirasakan para sopir angkutan umum dan kendaraan niaga yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Antrean panjang tersebut turut memicu kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi SPBU. Petugas kepolisian bersama aparat terkait terlihat turun langsung mengatur lalu lintas sekaligus menjaga ketertiban agar antrean tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan keributan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelangkaan BBM ini diduga dipengaruhi oleh terganggunya distribusi akibat cuaca buruk serta tingginya tingkat konsumsi masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Pihak SPBU mengaku telah berupaya melayani masyarakat semaksimal mungkin sesuai dengan kuota yang tersedia.
Warga pun berharap pemerintah serta pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan pasokan BBM ke Sidikalang dan wilayah Kabupaten Dairi pada umumnya. Normalisasi distribusi dinilai sangat penting agar aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat tidak terus terganggu.
“BBM ini kebutuhan utama. Kami berharap kondisi seperti ini tidak berlarut-larut karena sangat menyulitkan masyarakat,” kata seorang pengendara lainnya saat menunggu giliran pengisian. (SC-Romi)

