Site icon SUMUTCYBER.COM

USM Indonesia Terima SK Pembukaan Prodi PPG pada Wisuda Periode II TA 2025/2026

Parlindungan Purba menyerahkan SK pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) kepada Rektor Universitas Sari Mutiara Indonesia pada acara Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026.

Medan – Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menerima surat keputusan (SK) pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam rangkaian Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di Griya Benn Convention Hall, Medan, Kamis (22/10/2026).

Penyerahan SK tersebut menjadi salah satu momen penting dalam wisuda USM-Indonesia yang telah memiliki 19.057 alumni, tersebar di berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara.

SK pembukaan Prodi PPG diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D., yang mewakili Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kepada Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba, SH, MM. Selanjutnya, SK diserahkan kepada Rektor USM-Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, SH, M.Kes.

Rektor USM-Indonesia, Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, mengatakan universitas terus memperkuat kualitas pendidikan dan karakter lulusan melalui penerapan lima nilai inti atau core values, yakni spiritualisme, intelektualisme, profesionalisme, nasionalisme, dan globalisme (strong).

Kelima nilai tersebut menjadi ciri lulusan USM-Indonesia sekaligus mendukung visi universitas untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

“Di kampus USM-Indonesia ada core values yang mendukung visi USM-Indonesia untuk menjadi universitas yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Maka, lulusan USM-Indonesia diharapkan mampu memiliki keunggulan, siap berkarya memberikan pelayanan terbaik di masyarakat, serta memiliki karakter sesuai dengan core values USM-Indonesia,” kata Ivan.

Dia menjelaskan, spiritualisme menjadi landasan agar lulusan memiliki keteguhan nilai dalam kehidupan. Intelektualisme mendorong penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan profesionalisme membentuk kedisiplinan dan etos kerja.

Adapun nasionalisme menanamkan rasa cinta terhadap bangsa dan negara, sementara globalisme mendorong lulusan memiliki pola pikir global untuk menghadapi perkembangan zaman.

Ivan mencontohkan semangat nasionalisme mahasiswa USM-Indonesia yang turut membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut juga menjadi landasan dalam membangun integritas akademik melalui prinsip kejujuran, etika, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.

Pengembangan pendidikan di USM-Indonesia secara berkelanjutan diarahkan pada peningkatan kualitas lulusan, penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, peningkatan produktivitas dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kemitraan nasional dan internasional.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Medan, Dr. Parlindungan Purba, mengatakan pencapaian universitas merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, mahasiswa, dosen, hingga alumni.

“Seluruh pencapaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja sama berbagai pihak, mulai dari para orang tua, masyarakat, mahasiswa, dosen, hingga alumni, yang bersama-sama berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, relevansi lulusan, serta penguatan inovasi dan riset yang berdampak,” kata Parlindungan.

Dia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perkembangan USM-Indonesia. Dia berharap kolaborasi tersebut terus terjaga untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan pendidikan dan pembangunan bangsa.

Parlindungan, yang juga menjabat Konsul Kehormatan Korea Selatan untuk Sumatera, turut mendapat kejutan pada acara wisuda tersebut karena bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-63.

“Pada wisuda sarjana hari ini juga menjadi kado ulang tahun saya yang ke-63. Saya sudah berfoto satu per satu dengan semua lulusan. Berfoto itu penting untuk masa depan. Nanti yang berfoto dengan saya harus lebih hebat pada beberapa tahun ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, MA, Ph.D., mengingatkan para lulusan agar terus belajar meskipun telah menyelesaikan pendidikan formal.

Dia juga menekankan pentingnya kerja sama, silaturahmi, dan kolaborasi dalam meraih kesuksesan.

“Perbanyaklah kerja sama, silaturahmi, dan kolaborasi untuk meraih sukses. Anda tidak bisa sendiri,” katanya.

Saiful menilai pendidikan karakter, etika, dan profesi menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan. Menurutnya, teknologi dapat membantu manusia mencari solusi, tetapi tidak sepenuhnya menggantikan kemampuan manusia dalam membangun komunikasi dan memberikan sentuhan kemanusiaan.

Wisuda USM-Indonesia Periode II Tahun Akademik 2025/2026 tersebut dihadiri jajaran yayasan, senat universitas, para wakil rektor, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, mitra, perwakilan industri dan asosiasi profesi, serta orang tua dan keluarga wisudawan.

Dalam kesempatan itu, Ivan bersama Parlindungan dan Saiful juga menyerahkan ijazah kepada lulusan Magister Kesehatan Masyarakat (S-2 Kesmas), Sarjana Kesehatan Masyarakat (S-1 Kesmas), dan Sarjana Farmasi (S-1 Farmasi). (SC03)

Exit mobile version