Sumutcyber.com, Toba – Bupati Kabupaten Toba Provinsi Sumatra Utara Poltak Sitorus mengimbau seluruh Pemerintah Desa mengadakan Tonggo Raja (musyawarah desa) sebagai tips dalam upaya melakukan pencegahan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dalam pelaksanaan Tonggo Raja, elemen masyarakat bersama pemerintah desa harus berkolaborasi untuk membuat dan menghasilkan berbagai komitmen bersama dalam melakukan terobosan-terobosan, salahsatunya komitmen  dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Sebab pemerintah dan masyarakat desa, merupakan ujung tombak dalam mencegah terjadinya potensi berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bahkan penyakit masyarakat lainnya.

Arahan ini disampaikan Bupati Poltak pada acara Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPMDP PA), bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba Rabu (6/12/2023).

Peserta dalam kegiatan ini diantaranya unsur Forkopimda Toba, Organisasi Prangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Toba, Camat dan Kepala Desa Se-Kabupaten Toba, Ketua TP PKK Toba, Tokoh Agama, Adat dan Masyarakat, Tokoh Pemerhati Anak, Kepala Sekolah, Pelajar, LSM dan Insan Pers.

Narasumber pada kegiatan ini yakni Polres Toba yang diwakili Kasatreskrim Iptu Wilson Panjaitan, Kasintel Kejari Toba Samosir, Kadis PMDP PA, Praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan, dan Tokoh Pemerhati Anak.

Sesi tanya jawab dimoderatori Staf Ahli Bupati Toba Darwin Sianipar. Peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara. Beberapa peserta menyampaikan sejumlah saran dan masukan pola pencegahan kekerasan.

Kasat Reskrim Polres Toba Iptu Wilson Panjaitan, salah satu narasumber, berharap peran aktif orangtua, anggota keluarga dan unsur elemen masyarakat kiranya dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Hal ini dapat terwujud, tentunya  dengan sinergitas dan kolaboratif memberikan edukasi pendidikan keagamaan, estetika sopan santun dan menerapkan disiplin terhadap anak dan menciptakan keharmonisan setiap anggota keluarga, kata Iptu Wilson.

Sementara itu, Kadis PMDP PA Henri Silalahi, menyebut perlunya hubungan keselarasan orangtua dengan anak. Menghindari terjadinya konflik sosial dalam keluarga. “Hal ini untuk menghindari terjadinya gangguan psikologis terhadap anak. Sebaliknya, musti melakukan perlindungan bagi anak dalam segala hal. Serta melakukan pengawasan terhadap era kemajuan digitalisasi,” imbuh Henri.(SC-JT)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *