Toba – Bupati Kabupaten Toba, Effendi Napitupulu, mengajak seluruh stakeholder pemerintah, lembaga negara, badan usaha, serta elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan mendukung pemerataan pembangunan di berbagai sektor guna mewujudkan visi dan misi Toba Mantap 2029.
Effendi menyampaikan, pada awal masa kepemimpinannya, masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi. Oleh karena itu, kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mendorong pembangunan yang merata di Kabupaten Toba.
“Di awal periode kepemimpinan ini, tentu belum sempurna dan masih banyak yang perlu kita benahi. Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, dibutuhkan kolaborasi dari seluruh stakeholder serta partisipasi aktif masyarakat,” ujar Effendi didampingi Wakil Bupati Audi Murphy Sitorus saat memberikan sambutan pada acara syukuran Tahun Baru 2026 di kompleks rumah dinas Bupati Toba, Jumat (9/1/2026).
Berkantor di Desa Lobu Hole, Bupati Toba Janjikan Perbaikan Infrastruktur Jalan Tahun 2026
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, Penjabat Sekda Toba, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD, camat, kepala desa, lurah, Ketua TP PKK Kabupaten Toba, serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Effendi juga mengajak seluruh hadirin untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan-Nya sepanjang tahun 2025, serta berharap agar tahun 2026 senantiasa membawa berkat dan kelancaran bagi seluruh masyarakat Kabupaten Toba.
Selain itu, Effendi menyinggung persoalan banjir yang kerap terjadi di pusat Kota Balige saat musim hujan. Menurutnya, berdasarkan pantauan di lapangan, banjir disebabkan oleh drainase yang tersumbat sampah serta penyempitan saluran akibat bangunan warga yang berdiri di atas drainase.
“Terkait hal ini, kami akan bertindak tegas terhadap bangunan yang berdiri di atas drainase maupun trotoar. Kita harus bersama-sama mengatasi persoalan ini agar tidak terjadi banjir atau genangan air di bahu jalan Kota Balige,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke parit atau drainase karena dapat menyebabkan penyumbatan dan memicu banjir. Warga diminta untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Acara syukuran Tahun Baru 2026 diawali dengan ibadah bersama, dilanjutkan dengan makan siang bersama, dan diakhiri dengan hiburan. (SC-JT)

