Medan – Provinsi Sumatera Utara mencatat surplus sejumlah komoditas pangan strategis, termasuk beras yang mencapai 27.633 ton per Oktober 2026. Capaian ini menjadi salah satu indikator penguatan ketahanan pangan daerah dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut terungkap dalam diskusi bertajuk “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Swasembada Pangan dan Nasib Petani Sumatera Utara” yang diselenggarakan DPW Koalisi Muslim Milenial (KOMUNAL) Sumatera Utara di Hotel Cordela Medan, Sabtu (31/10/2026).
Koordinator Sumut Bergetar, Maulana Ginting, memaparkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara yang menunjukkan produksi sejumlah komoditas pangan telah melampaui kebutuhan masyarakat.
“Per Oktober 2026, kebutuhan beras Sumut 116.433 ton, sementara produksinya 144.066 ton. Kita surplus 27.633 ton. Cabai merah, kebutuhannya 9.855 ton, produksinya 14.213 ton. Kemudian cabai rawit, kebutuhan 3.712 ton, produksinya 7.514 ton,” kata Maulana.
Selain surplus komoditas pangan, Maulana juga menyoroti Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Utara yang mencapai 157,97, jauh di atas angka nasional sebesar 131,11.
Pemaparan tersebut mendapat tanggapan dari Rektor Universitas Labuhanbatu, Ade Parlaungan Nasution. Ia mengakui adanya capaian positif, tetapi menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian.
“Angka NTP meningkat, namun belum dikeluarkan data petani perkebunan. Tapi memang kita apresiasi Pak Prabowo menggeser paradigma pembangunan dari yang tadinya kapitalistik kepada sosialistik,” ungkap Ade.
Sementara itu, pengurus Tani Merdeka Sumatera Utara, Dr. Desi Novita, menilai Sumatera Utara memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk mendukung ketahanan pangan, mulai dari sektor pertanian, hortikultura, perikanan hingga perkebunan.
“Alam Sumatera Utara sangat kaya dengan pertanian, hortikultura, perikanan, juga perkebunan. Kita orang Sumut suka makan, dan hasil alam kita juga diekspor ke provinsi lain bahkan juga negara lain,” ujar Desi.
Pandangan senada disampaikan tokoh pemuda Sumatera Utara, Surya Kurniawan, ST. Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga pupuk dan mendorong generasi muda untuk turut mengawal berbagai kebijakan pembangunan.
“Kebijakan pemerintah menurunkan HTP pupuk sebesar 20 persen itu perlu kita apresiasi. Dan tadi disampaikan NTP petani kita naik. Anak-anak muda perlu mengetahui ini dan terus mengawal perbaikan demi perbaikan di negara kita,” papar Surya.
Diskusi tersebut diawali dengan penampilan musikalisasi puisi dan stand up comedy yang dibawakan Adellya Rosari Siregar dan M. Yasir Harahap.
Forum yang dibuka dengan sambutan Ketua Umum KOMUNAL Sumatera Utara, Rusdi Anshori Harahap, itu turut dihadiri aktivis muda Sumatera Utara dari berbagai kalangan. (SC03)

