Site icon SUMUTCYBER.COM

Sofyan Tan Serap Aspirasi Instruktur LKP, Soroti Minimnya Dukungan untuk Pendidikan Vokasi

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, menyerap berbagai aspirasi dan keluhan instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dalam kegiatan Diklat Peningkatan Kompetensi Instruktur LKP Tahun 2026 di BBPPMPV BBL Medan, Jalan Setiabudi, Sabtu (6/6/2026).

Medan – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, menyerap berbagai aspirasi dan keluhan instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dalam kegiatan Diklat Peningkatan Kompetensi Instruktur LKP Tahun 2026 di BBPPMPV BBL Medan, Jalan Setiabudi, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri instruktur dari berbagai daerah tersebut, Sofyan Tan menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mencetak tenaga kerja terampil yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

“Hari ini yang berkumpul orang-orang hebat. Instruktur yang menentukan arah masa depan generasi bangsa, terutama di bidang teknologi sepeda motor dan jaringan komputer,” kata Sofyan Tan.

Didampingi Ketua Tim Kerja Fasilitasi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan dan LKP, Wiono, ia menilai sektor vokasi masih belum mendapatkan perhatian yang memadai, terutama dari sisi anggaran.

Sejumlah peserta menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi LKP di daerah masing-masing. Tabrani, instruktur dari LKP Palembang, mengeluhkan minimnya bantuan yang diterima lembaganya di tengah tingginya kebutuhan operasional.

Sementara itu, Ramadhan dari LKP Aceh Tamiang mengungkapkan bahwa lembaganya masih berjuang memulihkan fasilitas yang rusak akibat banjir bandang pada November 2025. Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi akses bantuan sarana dan prasarana, termasuk melalui kerja sama dengan pihak swasta.

Keluhan serupa juga disampaikan Zulkarnain dari LKP Deli Serdang. Ia mengusulkan agar barang milik pemerintah yang sudah tidak digunakan, seperti kendaraan dinas, dapat dihibahkan kepada LKP untuk dijadikan sarana praktik bagi peserta didik.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sofyan Tan mengakui kondisi anggaran pendidikan vokasi saat ini cukup memprihatinkan. Menurutnya, keberadaan LKP sangat penting untuk menekan angka pengangguran melalui pelatihan keterampilan dan penciptaan tenaga kerja siap pakai.

“Kalau LKP hidup di setiap provinsi, pengangguran bisa ditekan karena masyarakat memiliki keterampilan untuk bekerja maupun berwirausaha,” ujarnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I itu menyebut pada 2023 hingga 2024 anggaran pelatihan pernah mencapai lebih dari Rp8 triliun sehingga banyak program pelatihan dapat dijalankan. Namun, saat ini anggaran tersebut mengalami pemotongan.

Ia berjanji akan membawa berbagai persoalan yang disampaikan para instruktur, termasuk kebutuhan LKP Aceh Tamiang, dalam pembahasan anggaran bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Dalam paparannya, Sofyan Tan juga menyinggung keberhasilan Korea Selatan yang menjadikan pendidikan dan vokasi sebagai prioritas pembangunan. Menurutnya, Indonesia perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap pendidikan keterampilan agar mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia.

“Kita belum mengutamakan pendidikan. Vokasi yang mendidik orang menjadi pintar dan terampil kurang diperhatikan, padahal ini garda terdepan,” katanya.

Ia berharap pemerintah kembali menempatkan pendidikan dan pelatihan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional guna menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing. (SC03)

Exit mobile version