Sofyan Tan Ajak Mahasiswa KIP STIE Eka Prasetya Pegang Teguh 4 Pilar Bangsa untuk Ubah Nasib Keluarga

Medan – Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dr Sofyan Tan menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara sebagai fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa, khususnya bagi generasi muda.

Hal tersebut disampaikannya saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kampus STIE Eka Prasetya, Medan, Senin (8/12/2025). Kegiatan ini diikuti mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah, dosen, civitas akademika, serta orang tua mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Sofyan Tan mengibaratkan Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara—Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, seperti sebuah meja yang kokoh karena memiliki empat kaki.

“Tidak ada meja yang kuat kalau hanya berkaki dua. Begitu juga bangsa dan negara, akan rapuh jika tidak berdiri di atas empat pilar yang kokoh,” ujar Sofyan Tan di hadapan peserta.

Ia juga menjelaskan bahwa Empat Pilar tersebut ibarat sebuah bangunan yang memiliki pondasi kuat, dinding yang kokoh, atap yang tidak bocor, serta ruang di dalamnya yang diisi oleh keberagaman, sebagaimana semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam kesempatan itu, Sofyan Tan mengingatkan mahasiswa untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan sikap kemanusiaan saat membantu korban bencana, seperti banjir, tanpa memandang latar belakang agama, suku, ras, maupun golongan.

“Menolong karena penderitaannya, bukan karena identitasnya. Itulah nilai kemanusiaan yang diajarkan Pancasila,” tegasnya.

Sofyan Tan juga memaparkan fakta bahwa angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia masih berada di kisaran 32 persen. Artinya, dari 100 lulusan SMA atau SMK, hanya sekitar 32 orang yang dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Mahasiswa penerima KIP Kuliah adalah orang-orang terpilih dan beruntung. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Dalam suasana yang lebih personal, Sofyan Tan membagikan kisah hidupnya yang tumbuh dalam keluarga miskin dengan sepuluh bersaudara. Ia mengaku pernah berada di titik hampir diberikan kepada orang lain karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Namun, berkat kegigihan dan kerja keras, ia mampu mengubah nasib dan menjadi tulang punggung keluarga bagi orang tuanya semasa hidup.

“Kisah hidup saya bukan untuk dibanggakan, tapi untuk menjadi pengingat bahwa kemiskinan bukan takdir. Kalian harus lebih hebat dari saya dan mampu mengubah nasib keluarga,” pesannya kepada mahasiswa.

Ia berharap mahasiswa penerima KIP Kuliah dapat menjadikan pendidikan sebagai jalan keluar dari lingkar kemiskinan dan kelak menjadi generasi yang berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Hadir dalam acara Pembina Yayasan Graha Eka Education Centre Darsen Song, Ketua Yayasan Graha Eka Education Centre Susanto, Ketua STIE Eka Prasety Dr. Sri Rezeki. S.M., MS.i., dosen berserta seluruh civitas akademika serta orangtua mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah.

Rahmadani salah satu orangtua mahasiswa STIE Eka Prasetya yakni Dina Afandi menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada dr Sofyan Tan. Sebab sesuai dengan semangat pemahaman Pancasila, Sofyan Tan telah mewujudkan mimpi anaknya untuk kuliah. “Anak saya pas bilang mau kuliah, saya bingung. Karena di saat yang sama anaknya yang lain harus bayar uang praktek. Alhamdulillah akhirnya dapat beasiswa dari Pak Sofyan Tan,” ujarnya terharu. (SC03)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *