Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah, Pemko Medan Siapkan Modul Juknis Pelaksanaan

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution berfoto bersama Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi dan dekan se-lingkungan USU.

Sumutcyber.com, Medan -Pemko Medan siap menggelar  pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Medan. Sebagai upaya mendukung pelaksanaan PTM tersebut, Wali Kota Bobby Nasution telah melakukan sejumlah persiapan.

Selain gencar melakukan vaksinasi massal terhadap tenaga pengajar,   Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan Kota Medan juga tengah menyiapkan modul berisikan petunjuk teknis (juknis) tentang pelaksanaan PTM yang harus dipenuhi pihak sekolah.

Bacaan Lainnya

Kadis Pendidikan Kota Medan Adlan mengakui, sebagai persiapan melaksanakan PTM, Dinas Pendidikan (Disdik) saat ini tengah mempersiapkan modul pelaksanaan PTM. Di modul ini, jelasnya, berisikan petunjuk teknis tentang penyelenggaraan PTM yang akan menjadi pedoman bagi sekolah, seperti sarana dan prasarana protokol kesehatan yang harus disiapkan sekolah, diantaranya wastafel untuk mencuci tangan, hand sanitizer thermo gun maupun penjadwalan belajar siswa.

“Insya Allah, Rabu (16/6), modul rampung.  Setelah itu modul langsung kita simulasikan ke sejumlah sekolah, baik SD maupun SMP. Dalam simulasi yang dilakukan, kita ingin melihat kesiapan sekolah untuk melaksanakan KBM secara tatap muka sesuai petunjuk teknis yang ada dalam modul. Apabila tidak ada kendala, modul akan kita sosialisasikan ke seluruh SD dan SMP di Kota Medan sehingga nantinya siap untuk melaksanakan KBM secara tatap muka,” kata Adlan ketika dihubungi, Senin (14/6).

Selanjutnya mengenai jadwal pembelajaran, Adlan mengaku mengikuti arahan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. “Jadwal pembelajaran, kita lakukan 2 jam/hari.  Pembelajaran akan dilakukan dua hari dalam seminggu. Sedangkan tingkat kehadiran siswa dalam KBM secara tatap muka maksimal 25%,” jelasnya.

Dia menambahkan, jumlah tenaga pengajar di Kota Medan saat ini sekitar 19.000 orang, sedangkan yang sudah mengikuti vaksinasi sebanyak 17.000 orang. “Artinya, capaian vaksinasi yang telah dilakukan terhadap tenaga pengajar sebesar 80%,” imbuhnya.

Ketua PGRI Kota Medan Sriyanta sangat menyambut baik keinginan Bobby Nasution untuk melaksanakan kembali PTM di Kota Medan. Sebagai organisasi yang menaungi  para guru ini, kata Sriyani, PGRI siap mendukungnya. Sebab, para guru menilai pelaksanaan belajar yang dilakukan secara during yang telah berlangsung 1 tahun lebih sejak pandemi Covid-19 terjadi dinilai tidak maksimal. Bahkan, terangnya, banyak guru yang minta kepada PGRI untuk menyampaikan langsung kepada pemerintah agar PTM dilaksanakan kembali.

“Banyak guru yang mendatangi kita dan minta agar PTM dilaksanakan kembali. Intinya, semua guru siap melaksanakan PTM. Sebagai bukti keseriusan, tak ada guru yang menolak mengikuti vaksinasi, terkecuali yang ada penyakit bawaan sehingga vaksinasi tidak dapat dilakukan. Yang penting bagi guru, ada tatap muka. Walau pun waktunya terbatas namun guru dapat memberikan penjelasan, barulah anak didik selanjutnya mengerjakan di rumah. Cara ini lebih baik dan efektif dibandingkan dengan pembelajaran secara during,” jelas Sriyanta.

Selain itu, jelas Sriyanta, PGRI pun melihat tidak semua orang tua siswa yang mampu membeli handphone maupun pulsa untuk mengikuti pembelajaran secara during. Walau pun jumlahnya tidak banyak, ungkapnya, tapi sangat memprihatinkan karena mereka tidak dapat mengikuti pembelajaran secara during. “Bahkan, ada siswa yang harus yang menunggu orang tuanya sampai pulang kerja baru bisa belajar karena handphone dibawa,” ungkapnya miris.

Di samping itu lagi, terang Sriyanta, orang tua siswa juga banyak yang mengeluh dengan pembelajaran secara during tersebut. Selain tidak maksimal, terangnya, para orang tua juga sudah jenuh karena  mereka pun sulit membagi waktu untuk bekerja dan harus mendampingi anak mengikuti pembelajaran during.

“Jadi, PGRI sangat mendukung penuh keinginan Wali Kota untuk melaksanakan PTM. Apa yang menjadi persyaratannya, siap kita laksanakan. Kita ingin pelaksanaan PTM dapat dilaksanakan kembali, sehingga kita dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Ditambah lagi sekolah-sekolah kita lihat sudah mempersiapkan protokol kesehatan dan apabila masih kurang, pihak sekolah siap memperbaikinya kembali. Artinya, semua ingin agar pelaksanaan PTM dapat dilakukan kembali,” harapnya. (SC03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *