Tapanuli Selatan – Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H, Rumah Zakat menggelar rangkaian kegiatan sosial di Desa Tolang Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan tersebut meliputi pemotongan satu ekor sapi untuk masyarakat terdampak banjir serta peletakan batu pertama pembangunan masjid di kawasan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara).
Beberapa bulan terakhir, Desa Tolang Julu terdampak banjir yang mengakibatkan sebagian warga mengalami kesulitan ekonomi dan keterbatasan akses pangan. Sebagai bentuk kepedulian, Rumah Zakat melaksanakan pemotongan satu ekor sapi yang kemudian diolah dan dimasak bersama oleh warga serta relawan. Daging tersebut dinikmati bersama dalam suasana kebersamaan.
Momentum Ramadan dimaknai sebagai waktu yang tepat untuk mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat berbagi. Kegiatan makan bersama ini menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat dalam menyambut bulan suci.
Kepala Desa Tolang Julu, Fuad, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat dan para donatur atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga yang terdampak banjir. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua dalam menyambut Ramadan,” ujarnya.
Rumah Zakat Salurkan 50 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Bencana di Benteng, Tapanuli Selatan

Selain aksi berbagi pangan, Rumah Zakat juga melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid di kawasan huntap dan huntara Desa Tolang Julu. Pembangunan ini dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat penyintas bencana akan sarana ibadah yang representatif di lingkungan hunian baru mereka.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua MUI Kabupaten Tapanuli Selatan, Ketua MUI Kecamatan Sayurmatinggi, Direktur Fasilitas Penanganan Korban BNPB, Kepala Desa Tolang Julu, serta tokoh masyarakat setempat.
Perwakilan Rumah Zakat, Bagas, menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung pemulihan spiritual dan sosial masyarakat terdampak bencana.
“Kami berharap masjid ini tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi menjadi pusat peradaban dan penguatan iman bagi warga,” katanya.
Direktur Penanganan Korban BNPB, Nelwan, turut mengapresiasi langkah tersebut dan menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun karakter serta memperkuat semangat kebersamaan warga di lingkungan hunian baru.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis setelah doa bersama agar proses pembangunan berjalan lancar dan penuh keberkahan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Rumah Zakat berharap dapat terus hadir membantu masyarakat, khususnya di masa pemulihan pasca bencana, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang berkelanjutan di Desa Tolang Julu. (SC03)






























