Aceh Utara – Rumah Zakat menghadirkan 100 unit hunian papan kayu bagi masyarakat terdampak banjir bandang di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilakukan melalui kolaborasi pentahelix, melibatkan pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan media.
Banjir bandang yang terjadi sekitar dua bulan lalu menghanyutkan rumah-rumah warga dan memaksa ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Merespons kondisi tersebut, Rumah Zakat menggagas pembangunan hunian berbasis pemanfaatan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir. Material yang sebelumnya menjadi sumber kerusakan itu kini diolah kembali menjadi bahan bangunan, dengan konsep pemberdayaan dan keberlanjutan.
Kolaborasi lintas sektor ini mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya dalam perizinan pemanfaatan kayu gelondongan. Sementara itu, konsep desain hunian dirancang oleh Kepala Laboratorium Teknik Struktur Universitas Gadjah Mada (UGM).
Rumah Zakat Salurkan 40 Paket Alquran dan 29 Paket Iqro untuk Anak Penyintas Banjir di...
Dukungan juga datang dari Kementerian Kehutanan melalui kegiatan pembersihan lahan dan pengangkutan kayu, serta koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam pelaksanaan program pemulihan.
Pada tahap pertama, Rumah Zakat bersama mitra kolaborasi dan sektor swasta menargetkan pembangunan 100 unit hunian papan kayu berukuran 6 x 6 meter. Setiap unit dilengkapi dua kamar tidur dan satu ruang serbaguna, yang diharapkan dapat menjadi tempat tinggal layak sekaligus titik awal bagi warga untuk kembali menata kehidupan pascabencana.
Secara keseluruhan, program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi sekitar 450 kepala keluarga terdampak banjir bandang.
Selain fokus pada pembangunan fisik, program ini juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal. Warga setempat dilibatkan langsung dalam proses pembangunan, mulai dari kelompok kerja hingga pengolahan kayu menjadi papan hunian.
Rumah Zakat Bersama Sobat Goib Mas Adhin Potong Dua Ekor Sapi di Lokasi Bencana Batang...
Kepala Divisi Kemanusiaan Rumah Zakat, Al Razi Izzatul Yazid, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kolaborasi tersebut.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, BNPB, UGM, Kementerian Kehutanan, Bulaksumur Peduli, serta seluruh mitra kolaborasi kebaikan Rumah Zakat atas sinergi luar biasa ini. Saat ini telah berjalan 20 kelompok kerja yang seluruhnya merupakan warga lokal yang kami berdayakan, termasuk para tukang olah kayu yang memproduksi papan hunian. Mari bersama-sama kita pulihkan Aceh,” ujarnya.
Rumah Zakat berharap program ini dapat menjadi model pemulihan pascabencana yang berkelanjutan serta memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat terdampak. (SC03)

