Site icon SUMUTCYBER.COM

Rocky Gerung di Unimed: Nalar Kritis Jangan Kalah oleh Uang dan Politik

Anggota Wantimpres Rocky Gerung dan Plt. Deputi IV Bakom RI Hariqo Wibawa Satria bersama Rektor Unimed Prof. Dr. Baharuddin, Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Martina Restuati, serta para wakil rektor seusai pembukaan Seminar Nasional Algoritma Bernegara, Jumat (23/10/2026).

Medan – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, mengingatkan pentingnya menjaga nalar kritis agar tidak dikalahkan oleh kepentingan material, politik transaksional, dan kekuasaan.

Pesan itu disampaikan Rocky saat menjadi narasumber Seminar Nasional Algoritma Bernegara yang digelar Universitas Negeri Medan (Unimed) di Gedung Auditorium Unimed, Jumat (23/10/2026). Seminar dibuka Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, ST, M.Pd., dan diikuti sekitar 1.500 mahasiswa.

Rocky menegaskan, kekuatan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau program studi, tetapi juga dari kemampuannya membangun tradisi berpikir kritis dan rasional.

Menurutnya, mahasiswa harus mampu menguji gagasan, menilai argumentasi, dan mengambil kesimpulan berdasarkan bukti, bukan sekadar menerima pandangan karena pengaruh tokoh, modal, atau kepentingan politik.

Ia juga mengingatkan agar kepentingan material tidak ditempatkan di atas kepentingan bangsa. Politik transaksional berisiko membuat keputusan publik lebih berpihak kepada pemodal daripada masyarakat.

Rocky menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menguji gagasan, rekam jejak, dan orientasi calon pemimpin, terutama menjelang siklus pemilihan umum berikutnya. Kampus harus menjadi ruang pemikiran kritis, bukan sekadar penonton dinamika politik.

Sementara itu, Plt. Deputi IV Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Hariqo Wibawa Satria, menekankan pentingnya kebebasan berpikir, kualitas gagasan, serta keberanian masyarakat mengevaluasi kebijakan pemerintah.

Hariqo juga mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan media sosial dan tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu mengolahnya menjadi pengetahuan serta pemikiran kritis.

Ia turut menekankan pentingnya pengawasan masyarakat terhadap program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk mencegah penyimpangan dan memastikan pelaksanaannya sesuai tujuan.

Rektor Unimed, Prof. Dr. Baharuddin, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan gagasan kritis untuk menjawab persoalan bangsa.

Menurutnya, Seminar Nasional Algoritma Bernegara menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif, menguji gagasan, dan memperkuat tradisi akademik yang kritis serta bertanggung jawab.

Seminar tersebut turut dihadiri Ketua Senat Unimed Prof. Dr. Martina Restuati, M.Si., para wakil rektor, dekan, dosen, dan perwakilan perguruan tinggi negeri di Sumatera Utara. Diskusi dipandu moderator Dr. Tappil Rambe. (SC08).

Exit mobile version