Medan – Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim, M.Pd., mendorong mahasiswa tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital untuk menghasilkan karya kreatif dan produktif.
Dorongan tersebut disampaikan saat membuka Kelas Kreasi bersama Adobe Express yang berkolaborasi dengan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Rabu (4/11), di Auditorium Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3 Medan. Kegiatan ini menghadirkan konten kreator sekaligus visual storyteller nasional, Igeleon.
Akrim mengapresiasi Indosat Ooredoo Hutchison yang telah mempercayakan UMSU sebagai lokasi penyelenggaraan Kelas Kreasi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperluas pengetahuan, mengasah keterampilan, sekaligus membangun jejaring dan kolaborasi.
“Kampus adalah tempat mahasiswa tumbuh, belajar, dan membangun persahabatan. Bukan sekadar datang untuk belajar, kemudian pulang, selesai, dan tamat. Hal yang paling penting adalah bagaimana kita membangun persahabatan dan jejaring,” katanya.
Ia juga mendorong mahasiswa terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, termasuk menekuni bidang kreator konten. Kemampuan tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola komunikasi masyarakat.
Menurut Akrim, pengembangan kreativitas digital mahasiswa sejalan dengan visi UMSU menjadi kampus digital berkelas dunia. Untuk mewujudkan visi tersebut, UMSU terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan infrastruktur, sistem pelayanan akademik, serta perubahan budaya dan pola pikir sivitas akademika.
“Transformasi digital bukan sekadar mengganti sistem manual menjadi digital. Hal tersebut juga harus diikuti dengan perubahan pola pikir, semangat, dan keyakinan bahwa transformasi digital merupakan keunggulan yang harus kita pertahankan,” jelasnya.
Akrim memperkirakan pengembangan UMSU sebagai kampus digital berkelas dunia membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh tahun. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia, baik dosen maupun mahasiswa, menjadi faktor penting agar transformasi tersebut berjalan konsisten.
Sementara itu, Head of Growth Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, H. Andre Reinaldy H., mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi generasi muda yang sangat besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikannya, sekitar 32 persen populasi Sumatera Utara merupakan generasi Z. Dari kelompok tersebut, sekitar 97 persen telah mengakses internet.
Melalui Kelas Kreasi, Indosat berharap mahasiswa mampu meningkatkan kapasitas diri dan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya yang bernilai.
“Melalui Kelas Kreasi, kami berharap mahasiswa bukan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang produktif, kreatif, dan tentunya bertanggung jawab. Teknologi tanpa tanggung jawab tentu tidak akan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Head of Trade Marketing & Visibility Indosat Ooredoo Hutchison, Rudi Jasper, memperkenalkan Adobe Express sebagai aplikasi kreatif yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan ide menjadi beragam konten dan karya digital.
Ia mengatakan, dukungan teknologi dan jaringan internet yang memadai membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas.
“Sekarang semuanya sudah berada di tangan teman-teman. Inilah waktunya bagi kita untuk mengekspresikan diri dengan dukungan jaringan Indosat yang sudah mumpuni untuk mengakses dan menggunakan Adobe Express,” katanya.
Rudi juga mengajak mahasiswa mengimbangi perkembangan kampus dengan peningkatan kompetensi pribadi. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengikuti kemajuan teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan untuk memanfaatkannya secara kreatif dan produktif. (SC08)

