Aceh Jaya – Di tengah tantangan menjaga kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir dengan prinsip gotong royong. Melalui sistem ini, peserta yang sehat turut berkontribusi membantu peserta yang sedang sakit, dan peserta yang mampu ikut meringankan beban peserta yang kurang mampu. Program ini menjadi bukti nyata memberikan dampak bagi jutaan rakyat Indonesia, menghadirkan akses terhadap layanan kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu yang merasakan manfaat program ini adalah Rakimah, seorang ibu berusia 79 tahun yang tinggal di Dusun Gampong Baro, Aceh Jaya. Beberapa waktu lalu, ia harus menjalani perawatan rawat inap di Puskesmas Lamno akibat tekanan darah tinggi yang sering kambuh.
“Awalnya saya kira hanya kelelahan karena masih sering bekerja di ladang. Saya memang sudah terbiasa bertani setiap hari. Dalam satu minggu sebelum dirawat, saya sering merasakan tekanan darah naik disertai gejala seperti gemetar, sakit kepala, dan demam,” ujar Rakimah, Jumat (7/11).
Kondisi kesehatan yang semakin menurun membuat keluarga memutuskan untuk membawanya ke Puskesmas. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa ia mengalami hipertensi dan perlu mendapatkan perawatan intensif. Selama menjalani perawatan, Rakimah mengaku sangat bersyukur telah menjadi peserta JKN dengan segmen peserta PBI JK. Seluruh biaya pengobatan dan perawatan ditanggung oleh program tersebut, sehingga ia tidak perlu khawatir akan beban biaya rumah sakit.
“Waktu itu kondisi saya makin menurun, jadi keluarga membawa saya ke rumah sakit. Setelah diperiksa, ternyata saya kena hipertensi dan harus dirawat. Alhamdulillah, syukurnya saya sudah terdaftar sebagai peserta JKN. Semua biaya ditanggung, jadi saya bisa fokus sembuh tanpa harus pusing memikirkan biaya rumah sakit,” jelasnya.
Kemudahan akses layanan kesehatan kini semakin dirasakan oleh Rakimah sebagai peserta JKN. Tanpa perlu membawa banyak dokumen, cukup menunjukkan kartu JKN, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun peserta bisa langsung mendapatkan pelayanan. Jika kartu tidak dibawa, identitas seperti KTP atau Kartu Keluarga pun dapat digunakan sebagai pengganti. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pelayanan JKN semakin praktis dan ramah bagi masyarakat.
“Saya merasa berobat jadi jauh lebih praktis, apalagi untuk peserta JKN. Waktu saya berobat cukup tunjukkan kartu JKN langsung bisa dilayani. Enggak perlu lagi bawa banyak dokumen. Bahkan saya dengar, kalau lupa bawa kartunya, cukup pakai KTP atau Kartu Keluarga juga bisa. Jadi lebih mudah dan enggak bikin panik di saat situasi darurat,” ungkapnya.
Selama mendapatkan pelayanan, Rakimah mengaku merasa puas karena para tenaga kesehatan melayani dengan ramah dan sabar. Dokter yang menanganinya juga memberikan pesan penting agar menjaga pola hidup sehat.
“Dokter dan perawatnya baik sekali. Mereka sering memeriksa dan memberi tahu cara menjaga tekanan darah. Sekarang sudah lebih ringan, tidak sesering dulu naik darahnya. Dokter juga berpesan agar saya lebih sering istirahat, jangan terlalu capek, dan memperhatikan pola makan. Tidak boleh banyak makan asin atau makanan yang bisa menaikkan tekanan darah,” tambahnya.
Pengalaman pribadi yang dialaminya semakin memperkuat keyakinannya bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan sekadar program bantuan, tetapi benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Rakimah merasakan langsung bagaimana pelayanan yang diberikan sangat memudahkan dan membuat peserta merasa aman serta dihargai.
Dengan sistem yang terus berkembang dan pelayanan yang semakin baik, ia berharap program ini dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang berasal dari kalangan kurang mampu.
“Bagi orang-orang seperti kami, program BPJS Kesehatan benar-benar sangat penting. Tidak semua orang punya kemampuan untuk membayar biaya rumah sakit, apalagi kalau harus dirawat inap yang biayanya cukup besar. Saya sendiri pernah mengalami situasi seperti itu, dan begitu terbantu karena semua biaya sudah ditanggung. Harapan saya, semoga JKN bisa terus berjalan dan makin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya seperti saya,” tutupnya. (SC03)






















