Toba – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba menggelar lomba melukis tingkat Sekolah Dasar (SD) sebagai puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Toba. Kegiatan yang diikuti 46 pelajar dari berbagai sekolah itu berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba, Balige, Selasa (4/8/2026).
Lomba mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Toba, Sahat M. Manullang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat seni sekaligus mengekspresikan pandangan mereka mengenai pentingnya perlindungan anak dan masa depan generasi penerus.
Sahat juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar menikmati setiap proses perlombaan dan tetap percaya diri terhadap kemampuan yang dimiliki.
> “Selamat berlomba. Tunjukkan kreativitas kalian. Bagi yang nantinya menjadi pemenang jangan terlalu berbangga hati, sedangkan yang belum berhasil jangan bersedih. Tetap semangat, anak-anak kami,” ujarnya didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (PMD PPA) Kabupaten Toba, Melati Silalahi.
Selama perlombaan, para peserta menuangkan ide dan imajinasi mereka di atas kertas gambar ukuran A5 yang telah disediakan panitia. Mereka bebas menggunakan perlengkapan menggambar masing-masing untuk menghasilkan karya terbaik.
Meski didampingi orang tua, seluruh peserta diwajibkan menyelesaikan lukisan secara mandiri tanpa bantuan. Sementara menunggu perlombaan berakhir, para pendamping dapat memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan panitia, seperti mobil perpustakaan keliling dan pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Seluruh karya peserta selanjutnya dinilai oleh dewan juri untuk menentukan para pemenang. Juara I hingga Harapan III akan menerima piagam penghargaan, trofi, serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan semangat mereka dalam memeriahkan Hari Anak Nasional.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong tumbuhnya kreativitas, kepercayaan diri, serta kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak sebagai generasi penerus bangsa. (SC-JT)

