PT DPM Gelar Pertemuan dengan Pemangku Hak Ulayat Dairi, Komunikasi dan Sinergi Diperkuat

Dairi – PT Dairi Prima Mineral (DPM) menggelar pertemuan ramah tamah dengan para tokoh masyarakat dan pemangku hak ulayat di Kabupaten Dairi. Pertemuan ini bertujuan membangun komunikasi yang lebih intens serta mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat adat yang memiliki hak ulayat di wilayah operasional PT DPM, Kamis (20/11/2025).

Dalam forum tersebut, perwakilan pemangku hak ulayat dari Marga Cibro menyampaikan pandangan mereka terkait keberadaan perusahaan di tengah masyarakat adat.

Sementara itu, pemangku hak ulayat dari Marga Sambo Gumundur menegaskan komitmen dukungan mereka terhadap keberlanjutan operasional PT DPM. “Kami mendukung sepenuhnya PT DPM. Asal kami dihargai dan dilibatkan, kami siap bekerja sama,” ujarnya.

Dukungan serupa juga disampaikan kelompok Sukut ni Talun. Mereka menekankan bahwa sejak awal tidak pernah menolak keberadaan PT DPM, hanya saja selama ini belum pernah dilibatkan dalam musyawarah antara perusahaan dan pemerintah.

“Sampai sekarang kami belum pernah dilibatkan dalam musyawarah. Baru kali ini kami sadar betapa pentingnya keterlibatan para pemangku hak ulayat dan Sukut ni Talun dalam setiap pembahasan terkait PT DPM,” ujar salah satu perwakilannya.

Pertemuan tersebut dihadiri pemangku hak ulayat dari berbagai marga, di antaranya: Cibro, Maha, Boang Manalu, Ujung, Angkat, Bintang, Capah, Kudadiri, Gajah Manik, Sinamo, Padang, Saran, Berampu, Pasi, Bako, Lingga, Mataniari, dan Manik Pegagan.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan terbuka. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara PT DPM dan masyarakat adat, serta menghadirkan kolaborasi yang saling menguntungkan bagi keberlangsungan pembangunan di wilayah tersebut. (SC-Romi)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *