Badung – Kepolisian Daerah Bali terus mengusut tuntas kasus penembakan dua warga negara Australia di sebuah vila mewah kawasan Desa Munggu, Kabupaten Badung. Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Juni 2025, di Vila Casa Santisya 1. Satu korban tewas dan satu lainnya luka berat dalam insiden berdarah tersebut.
Korban yang meninggal dunia diketahui bernama Zivan Radmanovic (32), sementara Sanar Ghanim (34) berhasil selamat meski mengalami luka tembak serius. Radmanovic ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar mandi vila, sedangkan Ghanim ditembak di kamar tidur.
Dalam upaya pengungkapan kasus, Polda Bali telah menggelar uji balistik terhadap 74 barang bukti yang dikumpulkan dari lokasi kejadian. Barang bukti itu terdiri dari 17 selongsong peluru, dua proyektil utuh, dan 55 pecahan proyektil. Uji balistik dilakukan untuk mengidentifikasi jenis senjata api yang digunakan pelaku.
“Hasil awal uji balistik sudah dikantongi tim penyidik dan kini sedang dianalisis oleh tim ahli dari Laboratorium Forensik dan Biddokkes Polda Bali,” ujar Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, Senin (16/6/2025) di Denpasar.
Menurutnya, analisis tersebut menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi senjata yang digunakan dan kemungkinan pelaku. Data hasil uji balistik tersebut saat ini menjadi konsumsi internal penyidik dan belum dipublikasikan.
Sementara itu, penyidik juga tengah mendalami keterangan dari tujuh orang saksi, termasuk korban selamat Sanar Ghanim yang kini sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Ia masih berada dalam pengawasan intensif pihak kepolisian guna proses investigasi.
“Korban selamat sudah keluar dari rumah sakit. Ia kini dalam pengawasan dan penanganan Polri, karena keterangannya sangat dibutuhkan untuk mengungkap pelaku penembakan,” lanjut Ariasandy.
Polda Bali tidak bekerja sendiri dalam menangani kasus ini. Koordinasi dengan Polda Jawa Timur, Polda NTB, dan Mabes Polri terus dilakukan untuk memperluas jangkauan penyelidikan dan mengejar pelaku yang diduga kuat telah melarikan diri ke luar Bali.
Hingga kini, motif penembakan masih dalam penyelidikan. Aparat belum merilis informasi lebih lanjut terkait kemungkinan latar belakang personal, bisnis, atau kriminal yang melatarbelakangi penyerangan terhadap kedua WN Australia tersebut. (SC03)

