Pemkab Toba Tangani Longsor Bondar Bahal Pinang Talian Hinalang

Pemerintah Kabupaten Toba Provinsi Sumut sudah melakukan penanganan terhadap Bondar Bahal Pinang Talian Hinalang di Desa Tangga Batu Barat Kecamatan Tampahan. (Dok. Pemkab Toba)

Sumutcyber.com, Toba – Pemerintah Kabupaten Toba Provinsi Sumut sudah melakukan penanganan terhadap Bondar Bahal Pinang Talian Hinalang di Desa Tangga Batu Barat Kecamatan Tampahan.

Bencana alam longsor saluran irigasi (bondar) tersebut terjadi pada Desember tahun 2023 lalu. Saluran irigasi ini panjangnya sekitar 13 km, merupakan saluran irigasi vital bagi sejumlah desa disekitarnya yakni Desa Gurgur Aekraja, Tarabunga, Longat, Hinalang Bagasan, Silalahi Pagar batu dan Desa Lumban Silintong.

Bacaan Lainnya

Pasca terjadinya longsor,  Pemdes bersama warga sudah melakukan penanganan awal secara gotong royong, hingga melaporkannya kepada instansi terkait yakni Dinas PUTR Toba untuk penanganan.

Sekdis PUTR Toba Yanuar Butarbutar didampingi Kabid Pengairan Piter Pangaribuan saat dikonfirmasi Kamis (4/4/24) mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan penanganan awal.

“Kami sudah menghunjuk rekanan untuk melakukan penanganan awal dan Puji Tuhan, hari ini air sudah dapat mengalir. Kedepannya PUTR akan mengoptimalkan penanganan lanjutan, tentunya setelah mendapat rekomendasi dari Bapak Bupati. Saat ini berkas administrasi penangan irigasi ini tengah dalam proses. Kami berharap masyarakat dapat bersabar ya, pasti akan dilakukan penanganan perbaikannya,” sahutnya.

Yanuar menambahkan, bencana alam memang tidak ada yang tahu kapan terjadi. Namun pihaknya berharap agar petugas air bersama warga tetap melakukan pemantauan dan pemeliharaan saluran air secara berkala. “Mengurangi pasokan air bahkan bila perlu menutup pintu air jika cuaca berpotensi hujan deras,” imbuhnya.

Kepala Desa Hinalang Bagasan Andi Jonson Siahaan berharap, perhatian Pemkab Toba dalam merampungkan penanganan irigasi ini. “Irigasi ini sangat vital, mengairi lahan sawah 6 desa. Penangan dini,  cepat dan terukur diharapkan dapat mengantisipasi kegagalan panen di 6 desa ini,” pungkas Andi. (SC-JT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *