Medan – Sejumlah orangtua calon siswa (casis) Bintara TNI yang telah menjalani pendidikan dan pelatihan di Rindam I/BB Pematangsiantar meminta DPRD Sumatera Utara mengawal dan menyelesaikan dugaan kasus penipuan.
Pasalnya, anak-anak mereka yang telah mengikuti pendidikan selama tiga bulan tiba-tiba dikeluarkan tanpa alasan yang jelas.
Aksi penipuan ini diduga dilakukan oleh seorang wanita berinisial NM, yang berhasil meraup total Rp37 miliar dari 60 korban dengan modus menjanjikan kelulusan sebagai casis Bintara TNI.
“Anak-anak kami sudah mengikuti pendidikan dan latihan militer di Rindam I/BB. Setelah tiga bulan, mereka dikeluarkan tanpa alasan yang jelas,” ujar salah satu orangtua casis saat aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (12/2/2025).
Orangtua casis mengaku terkejut karena anak-anak mereka menjadi korban penipuan terselubung. Mereka meminta institusi TNI untuk tetap menerima anak-anak mereka sebagai prajurit, mengingat mereka telah menjalani pendidikan dan pelatihan di Rindam I/BB.
“Kami juga meminta DPRD Sumut untuk membantu menyelesaikan kasus ini,” kata Dewi Latuperisa, kuasa hukum para orangtua casis.
Menanggapi tuntutan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumut, Ikwan Ritonga, berjanji akan mempelajari dan menindaklanjuti kasus ini.
Setelah menyerahkan pernyataan sikap kepada DPRD Sumut, massa yang terdiri dari orangtua casis dan mahasiswa membubarkan diri dengan tertib. (SC02)

