Umum

Ulama Miliki Peran Penting Dalam Pembangunan Daerah

MEDAN (Sumutcyber): Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah (Ijeck) mengatakan, keberadaan ulama memiliki peran penting dalam pembangunan daerah. Sebab, ulama atau pemuka agama bisa membimbing dan mengingatkan para pemimpin untuk lebih baik dan tidak menyalahi perintah Allah SWT saat menjalankan tugas.

Hal itu disampaikan Ijeck ketika menghadiri penutupan Maulid Arbain Majelis Taklim Darushoffa Medan, di Pondok Pesantren Al Busyro Jalan Purwosari Gang Sederhana Medan, Senin (17/12/2018) malam.

“Sebagai manusia maupun pemimpin, kita sangat membutuhkan bimbingan dari para ulama atau pemuka agama, sesuai dengan agama masing-masing. Bersama ulama jugalah kita bisa membangun Sumut Bermartabat,” kata Ijeck.

Oleh karena itu, kata Ijeck, bila ulama yang mengundangnya Insya Allah akan datang, meski undangan yang disampaikan secara mendadak. Sebab, para ulama pasti mengajak untuk bermunajat dan berzikir sambil berdoa.

“Jujur saya merasa tentram bila berada di tengah-tengah ulama yang memiliki banyak ilmu agama, selain berzikir kita juga berdoa sambil mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Di kesempatan itu, Ijeck juga memberi apresiasi dengan diisinya kegiatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang dilakukan di Pondok Pesantren Darushoffa dengan melakukan syiar Islam selama 40 malam dengan cara keliling Kota Medan dan sekitarnya.

“Kegiatan ini berbeda dengan kegiatan Maulid pada umumnya, karena menyampaikan atau menyiarkan agama Allah hingga ke pelosok Kota Medan dan sekitarnya. Hal ini juga bisa dikatakan membantu pemerintah untuk memberi pendidikan agama secara langsung dan Insya Allah bisa membuat akhlak masyarakat lebih baik lagi,” ujarnya.

Tak hanya itu, Ijeck juga berharap, ke depan generasi muda Islam bisa menjadi pemimpin yang shaleh dan shaleha, khususnya para santri Pesantren Darushoffa, agar kelak bisa membangun tanah kelahiran seperti yang sedang dilakukan gubernur dan dirinya.

“Mari kita membangun tanah kelahiran, jangan biarkan orang lain yang menjadi pemimpin di tanah kelahiran ini. Untuk itu sesuai pesan Gubsu Edy Rahmayadi dan saya, yang bertekad untuk membangun tanah kelahiran yang lebih baik dan bermartabat,” jelasnya lagi.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Dr H Ardiansyah MA. Menurutnya, kegiatan keliling kota sambil mensyiarkan Islam harus dilestarikan, karena sebagai wujud semangat kaum muda untuk mendalami ajaran agama, serta menyintai Allah SWT dan Rasul-Nya.

“Saya bangga dan terharu dengan kegiatan seperti ini, karena mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri pada Allah dan semakin menyintai Rasulullah, maka sangat bagus setiap Maulid Nasi diadakan seperti ini,” harapnya.

Kegiatan yang berlangsung mulai dari 8 November hingga 17 Desember 2018  itu diikuti peserta dari berbagai daerah di Sumut. Kegiatan diisi dengan zikir, tahlil, pembacaan kitab maulid, tausiyah dan doa bersama.(AS)

Facebook Comments
Tags

Berita Terkait