Menu

Imigran Bangladesh Mulai Dipulangkan Ke Negara Asal

  Dibaca : 23 kali
Imigran Bangladesh Mulai Dipulangkan Ke Negara Asal
Petugas Kanim Kelas I Polonia melakukan pengawalan terhadap delapan Imigran Bangladesh yang akan dideportasi ke negara asalnya. Sumutcyber/PT

Sumutcyber.com, Medan – Imigran asal Bangladesh yang ditemukan beberapa waktu lalu mulai dideportase atau dipulangkan ke negasa asalnya. Pemulangan tersebut dilakukan secara bertahap.

Kepala Kantor Kanim Kelas I TPI Polonia, Ageng Pribadi menyebut pemulangan 8 warga negara (WN) asal Bangladesh itu melalui Bandara Kuala Namu Internasional.

Sebelum pemulangan dilakukan, Ageng mengaku pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kedubes Bangladesh untuk memulangkan mereka ke negaranya. Seluruh fasilitas pemulangan ditanggung oleh imigran dan Kedubes Bangladesh.

“Ya buat apa lama-lama, lagian mereka sudah punya tiket pulang. Sehingga, langsung kita pulangkan,” katanya, di Medan, Rabu (13/2/2019).

Dalam proses pendeportasian itu, kata Ageng, pihaknya hanya melakukan pengawalan ke bandara dan memastikan mereka naik ke pesawat yang mengangkutnya.

“Kita hanya ngawal sampai bandara. Mereka kita cekal untuk 6 bulan kedepan karena melanggar Undang-undang Keimigrasian,” urai Ageng.

Sementara itu petugas Kanim Kelas I Khusus Medan juga melakukan pendeportasian secara bertahap-tahap ke negara asalnya. Totalnya, sudah 79 imigran Bangladesh yang dideportasi.

“Untuk tahap pertama sudah 43 orang, dan hari ini 36 yang dipulangkan. Itu sesuai tiket mereka dan kordinasi dengan pihak Kedubes Bangladesh,” ungkap Kabid Inteldakim Kanim Kelas I Khusus Medan, Abdi secara terpisah.

Menurutnya, Timpora Kanim Kelas I Khusus Medan kecolongan mendeteksi keberadaan para imigran tersebut. Pasalnya, para imigran ini dikurung di rumah tertutup sehingga tidak dapat ditemukan.

“Kita sudah cari-cari, tapi kalau dikurung bagaimana bisa ditemukan. Karena adanya tim lah, makanya mereka bisa kita dapat,” bilang Abdi.

Dalam kasus ini, kata Abdi, pihaknya terus menelusuri agen yang membawa imigran Bangladesh tersebut. Sedangkan penjaga ruko yang sempat diamankan, hanya ditetapkan sebagai saksi.

“Penjaga ruko itu hanya ngasih makan aja. Yang nyuruh tidak tau dan nomor handphone-nya sudah mati. Kita terus lakukan penyelidikan,” ucap Abdi.

Sebelumnya, warga menemukan 193 warga Bangladesh disekap di sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Pasar V, Cinta Damai, Medan Helvetia, Selasa (5/2) malam. Penemuan itu kemudian dilaporkan ke Polrestabes Medan selanjutnya diteruskan ke Kanim Kelas I Khusus Medan.

Pasca menemukan 193 Imigran Bangladesh, petugas pada Kanim Kelas I Khusus Medan kemudian melakukan pengembangan dan menemukan 59 Imigran Bangladesh lainnya di Kompleks Vintage, di Jalan Medan-Binjai Km 14, Dusun V, Desa Sumber Melati, Rabu (6/2) pukul 06.00 WIB. Lalu dua jam kemudian, petugas kembali menemukan 36 Imigran Bangladesh di belakang Restoran Nelayan di Jalan Merak Jingga.

Dari pemeriksaan diketahui, 103 orang masuk dari TPI I Gusti Ngurah Rai, Bali, sisanya dari TPI Adi Sucipto, Yogyakarta. Setelah Kanin Kelas I Khusus TPI Medan mengamankan 288 orang, Kanim Kelas I TPI Polonia pun mengamankan delapan Imigran Bangladesh dari seputaran rel kereta api di Jalan Sekip, Kecamatan Medan Barat, Rabu (6/2) pagi. Total warga Bangladesh yang diamankan adalah 296 orang. (PT)

Facebook Comments
Editor:
KOMENTAR

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional