oleh

TNI Aktif Jadi Caleg di Simalungun

MEDAN (Sumutcyber): Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara saat ini tengah memproses laporan tentang adanya personel TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang masih aktif masuk ke dalam Daftar Calon Tetap (DCT) yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Simalungun beberapa waktu lalu.

“Ini menjadi temuan dari Bawaslu Simalungun, sesuai aturan masalah ini diproses lembaga satu tingkat diatasnya. Kasus ini masih dalam tahap pengumpulan barang bukti,” kata Anggota Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang, di Medan, Minggu (23/12/2018)

Suhadi menyayangkan adanya seorang TNI yang bisa lolos menjadi calon anggota legislatif (Caleg). Pasalnya, berdasarkan UU No 7/2017 tentang Pemilihan Umum, TNI/Polri maupun ASN yang ingin berpolitik harus terlebih dahulu mengundurkan diri.

Kata dia, temuan Bawaslu Simalungun tentang adanya TNI aktif masuk ke dalam DCT sudah disampaikan kepada KPU Simalungun. Namun, tidak ditindaklanjuti dengan dalih saat mendaftar identitas orang yang dimaksud tidak menyebut jika pekerjaannya adalah TNI melainkan karyawan swasta.

Karena alasan itu pula, KPU tidak melakukan klarifikasi. Padahal, seharusnya temuan tersebut bisa diklarifikasi ke instransi TNI.

“Ini yang sangat disesalkan, untuk saat ini identitas caleg dan asal partainya belum bisa disampaikan. Karena masih dalam penanganan. Kalau pada akhirnya kasus ini terbukti, caleg dimaksud bisa terkena diskualifikasi,” tegas Kordinator Divisi Pengawasan itu. (PT)

Facebook Comments