Politik

Muhri: KPU Harus Yakinkan masyarakat, Bisa Selenggarakan Pemilu Jurdil

Sedangkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Ira Witarti meminta agar masyarakat tidak saling curiga terhadap penyelenggara Pemilu 2019. Begitu juga antar pendukung Capres/Cawapres, peserta Pemilu agar tidak saling curiga.

“Ketika lembaga itu sudah diberikan amanah? Kenapa harus dicurigai? Kapanlah demokrasi berjalan dengan baik kalau kita terus saling curiga,” kata Ira yang juga narasumber dalam diskusi publik tersebut.

Dia mengatakan, pelaksanaan Pemilu jangan didasari kecurigaan. Jika pemilu sudah tidak dipercayai, maka akan susah. “Kisruh kotak suara dari karton dupleks ini karena didasari kecurigaan. Atas dasar apa kecurigaan kita? Apakah jumlah suara di dalamnya bisa berubah kalau dari kardus? Suara yang di dalam kotak itukan hari itu juga dihitung dan hasil rekapiltulasi dipegang oleh saksi, Panwas dan lainnya,” tegasnya.

Ditambahkannya, persoalan kotak suara sudah diatur dalam pasal 341 UU No. 7 tahun 2017. Dalam UU tersebut, kotak suara yang bersifat transparan, dan satu sisimya terlihat dari luar. Persoalan kotak suara ini, dirincikan lagi di PKPU 15 tahun 2018, pasal 7 yang prinsipnya kotak tersebut dibuat karton kedap air yang salahsatu sisinya transparan dan habis pakai.

“Petunjuk teknis diatur oleh Peraturan KPU. Untuk lahirnya suatu peraturan KPU diawali dengan uji publik, jadi melibatkan stakeholder untuk memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, RDP dengan Komisi II DPR RI, dan ketika itu tidak ada satupun yang keberatan saat uji publik. “KPU memutuskan kartun yang kedap air dan salahsatu sisinya transparan, karena lebih efisiensi anggaran dan memudahkan dalam hal distribusi, ramah lingkungan dan memenuhi ketentuan dari semangat UU 7 tahun 2017,” tambahnya.(MC)

Facebook Comments
Laman sebelumnya 1 2
Tags