Kesehatan

Sumut Peringkat 7 Kasus HIV/AIDS Di Indonesia

MEDAN (sumutcyber): Sumatera Utara termasuk ke dalam kelompok 10 besar provinsi di Indonesia yang memiliki banyak kasus HIV dan AIDS,  bahkan Sumut berada pada peringkat ke 7 setelah Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan data dari Sistem Informasi HIV-AIDS (SIHA) Kementerian Kesehatan RI, Sumatera Utara pada Desember 2017 memiliki kasus HIV sebanyak 14.891 dan AIDS sebanyak 3.916.

Sekretaris Komisi Penanggulan Aids (KPA) Sumut Rachmatsyah menyebutkan, tingginya kasus HIV/AIDS dikarenakan penanggulangan HIV dan AIDS, Provinsi Sumatera Utara saat ini menghadapi 7 tantangan. “Dan ini sedang kita fokuskan agar tantangan perlahan dapat kita atasi,” katanya saat pertemuan dengan media di kantor KPA, Jl. Veteran, Medan, Jumat (30/11).

Tantangan itu, lanjutnya, yang pertama belum semua kabupaten/kota membentuk KPA sebagai lembaga koordinasi dalam penanggulangan HIV dan AIDS di daerah. Kedua belum semua Dinas-dinas di lingkungan Pemprovsu mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan HIV dan AIDS.

“Ketiga yaitu KPA Provinsi dan kabupaten/kota yang aktif dalam penanggulangan HIV dan AIDS masih belum memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan upaya penanggulangan HIV dan AIDS secara maksimal,” ujarnya.

Keempat adanya stigma dan diskriminasi terhadap para ODHA dari masyarakat. Kelima, perkembangan kasus HIV dan AIDS masih didominasi usia produktif dengan faktor risiko utama hubungan seks.

“Untuk keenam masalah belum maksimalnya penemuan kasus HIV dan AIDS dan ODHA yang harus mendapatkan CST (Care. Support dan Treatment).  Terakhir masih belum maksimalnya keberanian masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada untuk mengetahui status HIV-nya

“Hal diatas sangat perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak baik jajaran pemerintahan maupun masyarakat secara komprehensif dan momentum peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2018,” ungkapnya lagi.

Dikatakannya, hal ini hendaknya mendorong semuanya untuk menghindari semua faktor risiko penularan HIV dan memberanikan diri untuk mengetahui status HlV-nya demi mendapatkan treatment yang Iebih dini sehingga penularan dapat ditanggulangi Iebih cepat dan kehidupan sosial-pun akan benjalan dengan normal.

“Untuk itu, tepat sekali Tema peringatan HAS Tahun 2018 yang berbunyi, “Saya Berani Saya Sehat”. Melalui tema ini diharapkan seluruh masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap HIV dan AIDS dengan cara melakukan Tes HIV dan melanjutkan dengan pengobatan ARV sedini mungkin jika terdiagnosa HIV,” pungkasnya. (SC)

Facebook Comments
Tags