oleh

RS Murni Teguh Komit Hadirkan Seminar Cancer Update Setiap Tahun

MEDAN (Sumutcyber): Direktur Murni Teguh Memorial Hospital (MTMH) Dr. Mutiara, MKT, MHA, mengatakan, salahsatu pusat layanan unggulan kanker, RS Murni Teguh Memorial akan terus menghadirkan Seminar Cancer Update setiap tahun sebagai sarana untuk edukasi dan update keilmuan tentang penanganan kanker terkini.

“Sehingga apa yang diharapkan penanganan kanker di Medan dan Sumatera Utara menjadi lebih baik,” kata Mutiara kepada, Minggu (16/12).

Menurutnya, dengan menghadirkan Seminar Cancer Update setiap tahun, maka para peserta seminar (tenaga medis) mendapatkan pencerahan agar dapat menerapkan metode diagnostik dan terapi dengan standar terkini pada penderita tumor dan kanker.

“Seminar juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, karena masyarakat juga harus sering diingatkan tentang pentingnya deteksi dini pada kasus kanker yang dapat meningkatkan secara signifikan. Kemudian, keberhasilan terapi yang diberikan dan juga pentingnya pola hidup sehat dalam pencegahan kasus tumor dan kanker,” ungkapnya.

Pada hari kanker sedunia kemarin, RS Murni Teguh sudah menggelar Seminar Cancer Update pada 10 – 12 Desember 2018. Sebanyak 22 narasumber yakni 17 orang dalam negeri dan 5 orang luar negeri dihadirkan dalam seminar yang diselenggarakan jelang ulang tahun RS Murni Teguh ke 6 tersebut.

Diantaranya, Prof DR Dr Soehartati A Gondhowiardjo , Sp.Rad (K) Onk.Rad, Prof DR Dr Gontar A. Siregar Sp.PD,.DR Dr Sry Suryani Wijaya M.Kes, DR Dr Kiking Ritarwan, Sp.S(K), Dr Dairion Gatot, SpPD-KHOM, Dr Rismauli, Sp.PD-KHOM, Dr Hendriyo, Sp.Rad(K) Onk.Rad.

Kemudian, Prof George Kovacs, MD (dari Jerman), Prof Luo Rong Cheng (dari China), Valentina Lancellota, MD (dari Italy), Dr Lim Hong Liang, Med.Onc. (dari Singapore) dan Stephen Chang, MD (dari Singapore).

“Seminar tersebut dihadiri lebih dari 300 orang peserta yang terdiri dari dokter spesialis dan dokter layanan primer dari wilayah kota Medan sekitarnya, kota-kota di wilayah Propinsi Sumatera Utara serta dari Aceh, Riau, Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Solo, dan Semarang,” ungkap Mutiara.

Kegiatan ilmiah Workshop Radioterapi yang dimotori oleh Perhimpunan Onkologi Radiasi Indonesia (PORI) dibuka langsung oleh Prof. dr. Soehartati Gondhowiardjo, Sp. Rad (K) Onk. Rad. selaku Ketua PORI dan juga Ketua Komisi Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) yang dibentuk langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo.

Dalam seminar juga dipaparkan berbagai pilihan dan metode pengobatan dengan standar terkini, baik secara operasi, khemoterapi, radiasi, dan immunoterapi, sehingga didapatkan hasil yang optimal dengan efek samping yang minimal.

Dalam sambutannya, Ketua KPKN, Prof. Dr. dr. Soehartati G., Sp. Rad (K) Onk Rad, mengemukakan bahwa kasus-kasus kanker di Indonesia jumlah semakin meningkat dari tahun ke tahun, sehingga sangat menguras pembiayaan negara.

Oleh sebab itu, deteksi dini dan pencegahan kanker akan menjadi kunci menyelamatkan warganegara Indonesia dan menghemat anggaran negara. (MC)

Facebook Comments