oleh

Kemenkes Bantu RS Pirngadi Sebesar Rp28,2 M

MEDAN (Sumutcyber): Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan (RSPM) akan mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 dari Kementerian Kesehatan RI sebesar Rp28,2 miliar.

Direktur RSUD Dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan SpPD mengatakan, bantuan DAK tahun 2019 mengalami peningkatan dari DAK tahun 2018. “DAK tahun 2018, kita hanya mendapatkan Rp10,8 miliar. Di tahun 2019 kita mendapatkan DAK sebesar Rp28,2 miliar,” kata Suryadi, Rabu (19/12/2018).

Dia menyebutkan DAK itu akan digunakan membeli alat-alat kesehatan seperti Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography (ERCP), Central Sterile Supply Departement (CSSD), Elektroensefalogram (EEG), dan alat-alat medis lainnya. “Pada intinya, alat-alat medis di rumah sakit ini akan lebih canggih dari sebelumnya,” ujarnya.

Dia mengaku bantuan DAK itu mengalami peningkatan pasca kedatangan Menteri Kesehatan dan Dirjen Kementerian Kesehatan pada acara perayaan HUT RS Pirngadi Medan serta peresmian UTD rumah sakit milik Pemko Medan ini.

“Dengan kehadiran ibu Menteri Kesehatan pada HUT RS Pirngadi dan Pak Dirjen meresmikan UTD sembari melihat kondisi rumah sakit termasuk alat-alat medisnya. Ya puji Tuhan, kedatangan mereka sangat membantu,” bebernya.

Dia berharap kepada media cetak ikut membantu mempromosikan RS Pirngadi kepada masyarakat, sebab rumah sakit tersebut milik pemerintah. “Bilapun ada kekurangan, menurut saya biasa dan akan kita memperbaiki ke depannya,” ungkapnya.

Dia menyebutkan selama 2018 ini, manajemen mengevaluasi SDM guna meletakkan posisi sesuai dengan fungsi sebenarnya dan melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk Narkoba. “Evaluasi SDM kemarin itu, kita mengundang tim psikolog untuk melakukan penilaian,” sebutnya.

Di tahun yang sama, dilakukan pendidikan berkelanjutan untuk tenaga para medik dan non medik, perbaikan sarana, alat-alat medis dan melakukan KSO dengan pihak ketiga untuk membangun UTD rumah sakit. “Dengan adanya UTD ini kebutuhan kantong darah selama sebulan terpenuhi sebanyak 1.000 kantong,” sebutnya lagi.

Selama setahun ini juga pihaknya mendapat CSR dari Bank Sumut dan Bank Mandiri. Ke depan mereka membantu ambulance dan alat kesehatan. “Ada juga bantuan dari Kimia Farma merenovasi ruang inap Dahlia. Adanya bantuan dari pihak ketiga ini, kita bisa lebih hemat mengeluarkan anggaran,” tuturnya.

Untuk mempermudah pelayanan pasien, rumah sakit memiliki IT untuk mendaftar secara online. “Kita malah mudah dipantau dari rumah sakit lain untuk kondisi ada ruangan atau tidak di sini. Kalau ada ruangan yang kosong, rumah sakit lainnya dapat merujuk ke rumah sini,” ungkapnya. (MC)

Facebook Comments