Ekonomi

Wagubsu: Insyaallah Saya Hadir

MEDAN (Sumutcyber): Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) dipastikan hadir pada penanaman perdana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 157 hektar di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) yang dijadwalkan 12 Desember 2018.

Penanaman perdana ini melibatkan 45 petani sawit rakyat yang akan difokuskan di Desa Parlabian Kec. Kampung Rakyat Kabupaten Labusel. Ke-45 petani swadaya pemilik kebun rakyat dimaksud memiliki lahan masing-masing antara 1 sampai 4 hektar di bawah naungan Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera yang menjadi mitra kerja Asian Agri Group.

“Ini program strategis mengangkat harkat dan martabat petani pekebun rakyat. Insya Allah saya hadir. Saya minta perusahaan perkebunan besar membantu,” ujar Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah ketika menerima audiensi pimpinan PT Asian Agri, di ruang kerjanya Kantor Gubernur Sumut Jl. Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (3/12).

Wagubsu menjelaskan, program peremajaan kelapa sawit milik petani pekebun rakyat swadaya ini dibiayai  Badan Pengelola Perkebunan Kelapa Sawit (BPPKS) di bawah Kementerian Keuangan sebesar Rp25 juta per hektar, dananya ditransfer langsung ke rekening petani.

“Tujuan program ini salah satunya adalah untuk peremajaan kelapa sawit pekebun mandiri dalam rangka peningkatan kualitas dan perbaikan tanaman kelapa sawit petani rakyat,” jelas Wagubsu yang didampingi Kadis Perkebunan Sumut Herawati dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus.

Tahun 2017 Provinsi Sumut, kata Musa Rajekshah, telah memprogramkan peremajaan kelapa sawit rakyat sekitar 1000 hektar. Untuk membantu pengelolaan teknis di lapangan dihunjuk mitra kerja. Untuk Kabupaten Labusel 2017 ada mitra kerja yaitu PT Asian Agri dan PT Nubika.

Untuk tahun 2018 di Sumut sedang diproses program peremajaan tanaman kelapa sawit pekebun mandiri sekira 3600 ha. Saat ini sedang menunggu proses verifikasi perkebunan ralyatnya. Program dimaksud menyebar di delapan kabupaten di Sumut yaitu Kabupaten Langkat, Palas, Sergai, Labihanbatu, Labura, Labusel, Simalungun dan Batubara.

Sementara itu, Head Common Services Asian Agri Hadi Susanto didampingi Kepala Kemitraan Pengarapen Gurusinga menyampaikan, pihaknya telah komit membantu para perkebunan swadaya ini dalam bimbingan teknis pengelolaan perkebunan sawit pasca peremajaan.

Disampaikan juga, ada sejumlah program yang telah mereka rencanakan dalam kemitraan dengan petani kebun rakyat swadaya ini. Asian Agri akan terus bermitra dengan pemerintah, intinya meningkatkan eksistensi pekebun rakyat, secara teknis persawitan modern maupun peningkatan akses ekonomi. (AS)

Facebook Comments
Tags

Berita Terkait