oleh

Pasokan Dan Harga Bahan  Pokok Di Sumut Terkendali

-Ekonomi-24 views

MEDAN (Sumutcyber): Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 di Sumatera Utara (Sumut) relatif masih aman dan terkendali. Begitu juga dengan pasokannya, masih mencukupi hingga beberapa bulan mendatang.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Identifikasi Barang Kebutuhan Pokok (Bapok) menjelang  Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, yang dibuka Gubernur Sumut Edy Rahmayadi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut Jalan Balaikota Medan, Rabu (5/12).

“Sebenarnya tidak ada alasan kalau sampai pasokan Bapok di Sumut ini kurang. Semua kita tersedia di Sumut ini. Bonus geografis yang diberikan Tuhan untuk Sumut ini luar biasa, sekarang usaha dan kerja keras kita yang harus dimaksimalkan agar kekayaan melimpah ini bisa mensejahterakan rakyat Sumut,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Edy, dia telah melakukan peninjauan ke Pusat Pasar Medan bersama Sekjen Kementerian Perdagangan RI Karyanto Suprih dan OPD terkait. Dari hasil tinjauan diperoleh informasi harga-harga bahan pokok masih stabil. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi gejolak perubahan harga nantinya.

“Untuk mengantisipasi itu lah, kita adakan Rakor ini. Agar ada koordinasi antara pusat, daerah, pelaku usaha dan pihak terlait lainnya dalam mengawal kesiapan kita menghadapi Natal dan Tahun Baru. Sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi, pelaku usaha tidak dirugikan, inflasi terkendali,” tuturnya.

Sekjen Kementerian Perdagangan RI Karyanto Suprih kemudian mengimbau  masyarakat agar tidak perlu khawatir dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Sejauh ini, katanya, pasokan dan harga Bapok di Sumut dipastikan terkendali.

Selain mengunjungi Pusat Pasar Medan, Karyanto beserta rombongan juga melakukan peninjauan di Pasar Modern Transmart dan Carefour serta gudang Bulog Divre Sumut serta gudang distributor setempat. “Hasil pantauan kami menunjukkan harga-harga bahan pokok di Sumut terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019,” katanya.

Karyanto memaparkan, hingga 4 Desember 2018,  di sejumlah pasar di Sumut beras medium dijual seharga Rp9.000-Rp10.000/kg, gula pasir Rp10.000/kg, minyak goreng curah Rp11.000/kg, daging ayam Rp22.000/kg, cabe merah keriting Rp40.000/kg, cabe merah besar Rp40.000/kg, cabe rawit hijau Rp26.000/kg, bawang merah Rp15.000-Rp16.000/kg, bawang putih Rp25.000-Rp30.000/kg, dan tepung terigu Rp7000-Rp 10.000/kg.

“Saya harap pemerintah daerah terus memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar  guna menghadapi potensi kenaikan permintaan bahan pokok, begitupun dengan perkembangan kelancaran distribusi, dan jumlah pasokannya. Sehingga, ketika ada potensi terjadi gejolak, kita bisa mengambil kebijakan secepatnya,” pesannya.

Karyanto kemudian memberikan pujian kepada seluruh komponen Pemerintahan Provinsi Sumut yang sangat solid dan bahu membahu dalam mengendalikan inflasi di Sumut. Beberapa tahun terakhir, ketika Sumut menghadapi Natal dan Tahun Baru, pasokan dan harga bahan pokok senantiasa terkendali. Bahkan, angka inflasi year on year Sumut saat ini lebih rendah dibanding angka inflasi nasional. “Kalau tahun ini pun berjalan dengan baik, Sumut bisa menjadi role model untuk wilayah Indonesia lainnya,” ucap Karyanto.

Untuk ketersediaan pasokan di Sumut, Kepala Bulog Divre Sumut Benhur Ngkaimi memaparkan, total stok beras di 8 gudang Bulog Sumut berjumlah 87.872,87 ton, stok gula pasir di Bulog sub Divre Medan mencapai 1.638,15 ton, daging 47.75 ton, tepung terigu total 9.95 ton. “Semua ini diperkirakan cukup untuk kebutuhan menyambut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019,” jelasnya.(AS)

Facebook Comments