Jakarta – Anggota DPR RI Komisi III dari Fraksi Partai Golkar, Mangihut Sinaga, menyampaikan keprihatinan mendalam atas terungkapnya kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan di Bandung yang diduga berlangsung selama kurang lebih tiga tahun hingga menyebabkan korban mengalami cacat permanen.
Mangihut menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan yang sangat tidak manusiawi dan sulit diterima akal sehat. Menurutnya, penyiksaan yang berlangsung dalam kurun waktu lama hingga mengakibatkan korban mengalami cacat permanen merupakan kejahatan serius yang harus mendapat perhatian penuh dari aparat penegak hukum.
Selain menyoroti tindakan pelaku, Mangihut juga mempertanyakan peran lingkungan sekitar tempat kejadian perkara. Ia menilai perlu adanya peningkatan kepedulian sosial masyarakat agar kejadian serupa dapat dicegah sejak dini.
“Yang menjadi pertanyaan, selama tiga tahun peristiwa ini berlangsung, di mana peran dan kepedulian lingkungan sekitar? Kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama harus terus ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mangihut mengapresiasi langkah cepat dan profesional pihak kepolisian yang berhasil mengungkap kasus serta menangkap pelaku sehingga proses hukum dapat segera berjalan. Namun demikian, ia meminta agar aparat penegak hukum menerapkan pasal-pasal pidana secara maksimal sesuai dengan tingkat kejahatan yang dilakukan pelaku.
Menurutnya, perbuatan pelaku tergolong sangat keji dan menunjukkan perilaku menyimpang yang patut mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, ia berharap tuntutan dan hukuman yang dijatuhkan dapat memberikan rasa keadilan bagi korban.
Selain aspek penegakan hukum, Mangihut juga menekankan pentingnya pemulihan hak-hak korban, termasuk pemberian restitusi sebagai bentuk tanggung jawab atas penderitaan yang dialami korban. Ia menegaskan negara harus memastikan korban memperoleh perlindungan dan keadilan secara utuh.
Lebih lanjut, Mangihut menilai pendampingan psikologis bagi korban harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, trauma yang dialami korban sangat berat dan membutuhkan penanganan profesional secara berkelanjutan agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
“Yang tidak kalah penting adalah penyediaan pendampingan psikologis secara berkelanjutan bagi korban. Trauma yang dialami korban tentu sangat berat dan membutuhkan penanganan profesional agar proses pemulihannya dapat berjalan dengan baik,” tutup Mangihut Sinaga. (SC-Romi)

