Pakpak Bharat – Tanah longsor terjadi di Desa Nanjombal, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, pada Sabtu malam (6/12/2025) sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan badan Jalan Lintas Aceh–Dairi–Medan tertutup material longsoran berupa tanah, batu, dan ranting kayu, sehingga arus lalu lintas sempat terganggu.
Longsor diduga dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga malam hari. Curah hujan yang terus menerus menyebabkan kondisi lereng di sekitar jalan menjadi labil hingga akhirnya runtuh menutup ruas jalan utama.
Akibat kejadian itu, sejumlah kendaraan yang melintasi jalur vital penghubung antarprovinsi terpaksa berhenti. Antrean kendaraan sempat terjadi karena akses jalan tidak dapat dilalui, khususnya oleh kendaraan roda empat dan angkutan barang.
Melihat kondisi tersebut, warga sekitar bersama para pengendara yang terjebak berinisiatif melakukan gotong royong untuk membuka akses jalan. Dengan peralatan seadanya seperti cangkul, sekop, dan bahkan tangan kosong, mereka menyingkirkan material longsor dari badan jalan agar kendaraan dapat kembali melintas, meski secara terbatas.
“Karena belum ada alat berat, kami berusaha membersihkan tanah dan batu secara manual supaya jalan bisa dilewati, setidaknya satu jalur,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Hingga malam hari, proses pembersihan masih terus berlangsung dengan penerangan seadanya. Para pengguna jalan diimbau untuk ekstra berhati-hati saat melintas karena kondisi jalan masih licin dan potensi longsor susulan masih mungkin terjadi apabila hujan kembali turun.
Masyarakat berharap pihak terkait segera menurunkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan, sehingga jalur strategis tersebut dapat kembali normal sepenuhnya. Jalan Lintas Aceh–Dairi–Medan diketahui merupakan akses penting bagi mobilitas warga serta distribusi logistik di wilayah Pakpak Bharat dan sekitarnya. (SC-Romi)






















