Ketua MPR RI di UINSU Medan: Pancasila Harus Jadi Jangkar di Tengah Geopolitik Global

Medan – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan menyambut kehadiran Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Ahmad Muzani, dalam sebuah acara Pidato Kebangsaan yang berlangsung khidmat di Aula Biro Rektor Lantai 3 Kampus IV UINSU, Senin (26/1/2026).

Kehadiran Ketua MPR RI tersebut merupakan tindak lanjut undangan resmi UINSU untuk menyampaikan pidato bertema “Penguatan Ideologi Pancasila di Tengah Geopolitik Global: Mewujudkan Indonesia Emas 2045.” Agenda strategis ini menjadi momentum penting bagi civitas akademika UINSU dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai laboratorium kebangsaan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai moral, dan spiritualitas.

Rektor UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kesediaan Ketua MPR RI hadir dan berbagi wawasan kebangsaan di lingkungan kampus. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama, toleransi, dan kemanusiaan dalam bingkai Pancasila.

“Perguruan tinggi Islam harus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang berdaya saing global, namun tetap berakar kuat pada jati diri bangsa,” ujar Prof. Nurhayati.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengawali pidatonya dengan menyampaikan salam penghormatan kepada pimpinan UINSU, jajaran senat, para guru besar, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan yang hadir. Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Menteri Agama Prof. Dr. Iswandi Syahputra, Tenaga Ahli Menteri Agama Jojon Novandri, M.Si., Anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Martin Hutabarat, S.H., Staf Ahli Ketua MPR Hasan, Wakil Rektor IV Universitas Jambi Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., serta civitas akademika UINSU.

Dalam pidato kebangsaannya, Ahmad Muzani menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era globalisasi, mulai dari disrupsi teknologi akibat Revolusi Industri 4.0 dan kecerdasan buatan, hingga degradasi moral yang dipicu arus informasi tanpa batas. Ia menegaskan bahwa Pancasila, bersama UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, merupakan “pusaka” bangsa yang harus dijaga sebagai fondasi kehidupan bernegara.

“Pembangunan nasional harus selalu berakar pada identitas dan persatuan bangsa. Tanpa itu, kita akan rapuh menghadapi krisis identitas global,” tegasnya.

Ahmad Muzani juga menyoroti fenomena bonus demografi yang tengah dialami Indonesia. Menurutnya, bonus tersebut dapat menjadi kekuatan besar apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan inovasi. Sebaliknya, tanpa kesiapan, bonus demografi berpotensi berubah menjadi bencana sosial berupa pengangguran dan ketimpangan ekonomi.

Karena itu, ia mendorong mahasiswa UINSU untuk meningkatkan literasi digital, finansial, serta kebangsaan agar mampu bersaing di tingkat global dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan ideologi bangsa.
Selain isu ideologi dan geopolitik,

Ketua MPR RI juga menyinggung maraknya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi sepanjang tahun 2025. Ia mengajak perguruan tinggi, termasuk UINSU, untuk berperan aktif sebagai pusat kajian mitigasi risiko bencana dan pelopor gaya hidup berkelanjutan.

Menutup pidatonya, Ahmad Muzani menegaskan bahwa visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud melalui sinergi antara ilmu pengetahuan, iman, dan pengabdian. Ia berpesan agar mahasiswa tetap tangguh, inklusif, dan menjadikan nilai Pancasila serta ajaran agama sebagai pedoman hidup.

Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama. Kehadiran Ketua MPR RI di UINSU Medan diharapkan semakin memperkokoh semangat kebangsaan di lingkungan kampus, sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat pembentukan karakter kepemimpinan bangsa di masa depan. (SC08)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *