Jakarta – Dikenal sebagai pelawak sekaligus “raja gombal” ketika tampil di televisi, Denny Cagur menunjukkan sisi lain dirinya dalam forum pendidikan nasional. Tak hanya melempar rayuan atau punchline jenaka, Denny tampil sebagai anggota Komisi X DPR RI yang mendukung peningkatan literasi di Indonesia.
Dalam kegiatan Pak Menteri Menyapa Guru Bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Selasa (25/6/2025), Denny menyampaikan komitmennya terhadap peran strategis guru Bahasa Indonesia dalam membangun minat baca dan menumbuhkan karakter generasi muda.
“Ini menjadi tanggung jawab kita semua, termasuk saya yang bertugas di Komisi X DPR RI. Kami terus mendukung Kemendikdasmen, terutama dalam peningkatan literasi. Sudah banyak buku yang disebar ke pelosok, tinggal bagaimana kita menumbuhkan semangat membacanya,” ujar Denny dalam sambutannya.
Denny yang biasa tampil kocak di layar kaca, tampak tampil lugas namun tetap hangat. Meski beberapa kali melempar senyum, ia lebih banyak berbicara soal pentingnya literasi sebagai pondasi pendidikan. Ia menyebut literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga membentuk cara berpikir dan bertutur yang sehat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam kesempatan yang sama, menekankan pentingnya pembelajaran mendalam sebagai strategi peningkatan literasi. Ia menyebut bahwa tugas rumah tidak lagi berupa soal, melainkan membaca dan menulis pengalaman atau ringkasan dengan bahasa sendiri.
“Tradisi tulis harus dibangun sejak dini. Anak-anak perlu ruang untuk mengekspresikan pengalaman dan pikiran mereka. Ini juga bagian dari membangun tradisi lisan dan tulis secara bersamaan,” kata Mu’ti.
Kegiatan ini juga menjadi wadah apresiasi kepada guru Bahasa Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan bahasa. Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menyatakan bahwa guru tidak hanya mengajarkan struktur bahasa, tetapi juga nilai kesantunan dan keadaban dalam berbahasa.
Acara yang diselenggarakan secara hibrida ini diikuti lebih dari 4.000 peserta daring dan 250 peserta luring. Tayangan langsung di YouTube Kemendikdasmen bahkan telah disaksikan hampir 10.000 kali. (SC03)

