Jawa Tengah – Di tengah padatnya arus mudik Lebaran 2026, sejumlah kisah kemanusiaan dan kepedulian hadir dari para personel kepolisian di berbagai wilayah Jawa Tengah. Mulai dari membantu pemudik yang kehilangan dompet, kendaraan bermasalah di jalan, hingga menolong keluarga yang mobilnya rusak di tengah perjalanan.
Kisah pertama terjadi di Rest Area 338A wilayah hukum Polres Pekalongan, Sabtu (14/3/2026). Seorang pemudik bernama Bondan Andrias sempat kehilangan dompet saat singgah di rest area tersebut.
Dompet itu awalnya ditemukan oleh pemilik rumah makan Padang bernama Gufron sekitar pukul 15.00 WIB. Tanpa ragu, ia menyerahkan temuan tersebut kepada petugas Pos Pelayanan (Posyan) Rest Area 338A yang saat itu dijaga oleh Wakaposyan Ipda Arif Pambudi.
Petugas kemudian bergerak cepat mencari pemilik dompet dengan mengumumkan melalui pengeras suara di rest area serta menyebarkan informasi melalui jaringan komunikasi kepolisian.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.00 WIB, Bondan Andrias datang ke Posyan setelah mengetahui dompetnya telah ditemukan. Pemudik yang berasal dari Jalan Perintis Pelahari, Kabupaten Tanah Laut itu mengaku sangat bersyukur karena dompet beserta isinya kembali secara utuh.
“Saya sangat berterima kasih kepada petugas Posyan Polres Pekalongan dan kepada Bapak Gufron yang telah menemukan serta menyerahkan dompet saya. Pelayanannya sangat baik dan cepat,” ujar Bondan dilansir dari laman mediahub.polri.go.id.
Kisah kepedulian lainnya terjadi di Simpang Empat Jalan Ciu–Telukan, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu personel Satlantas Polres Sukoharjo tengah melakukan pengaturan lalu lintas pagi.
Di tengah tugasnya, petugas mendapati sebuah mobil milik pemudik yang hendak menuju Pacitan mengalami masalah pada sistem pengereman. Rem mobil tersebut mengunci sehingga kendaraan berhenti tepat di tengah jalan dan berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Melihat situasi tersebut, petugas segera membantu memindahkan kendaraan ke tepi jalan. Bersama seorang mekanik, mereka kemudian melakukan penanganan hingga mobil tersebut dapat kembali berjalan normal dan pemudik bisa melanjutkan perjalanan.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan kehadiran polisi di lapangan tidak hanya bertugas menjaga keamanan lalu lintas, tetapi juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat melaksanakan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” ujarnya.
Sementara itu, kisah paling mengharukan terjadi di Pos Pengamanan Exit Tol Kebakkramat, Karanganyar. Di pos tersebut, polisi tak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan berbagai bantuan kepada pemudik.
Petugas sempat membantu pengendara yang kehabisan bahan bakar dengan memberikan BBM gratis agar dapat melanjutkan perjalanan. Namun bantuan terbesar diberikan kepada keluarga Tri Widodo yang mobilnya rusak saat melintas di jalur tol Karanganyar.
Tri Widodo bersama keluarganya diketahui sedang melakukan perjalanan mudik dari Bali menuju Purwokerto. Saat mobil mereka mengalami kerusakan, petugas Pos PAM yang dipimpin AKP Anggoro bersama personel lainnya segera mengevakuasi kendaraan menggunakan mobil towing menuju pos pengamanan.
Selama kendaraan diperbaiki oleh bengkel yang dipanggil petugas, keluarga tersebut dipersilakan beristirahat di pos. Petugas bahkan memeriksa kondisi kesehatan mereka dan memberikan vitamin setelah perjalanan panjang.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Pos PAM pun berubah hangat. Para polisi dan keluarga pemudik tersebut duduk bersama menikmati buka puasa sederhana.
Setelah mobil selesai diperbaiki, keluarga Tri Widodo akhirnya bisa kembali melanjutkan perjalanan menuju Purwokerto.
“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah membantu kami dari awal sampai kendaraan selesai diperbaiki. Kami benar-benar merasa terbantu,” ujar Tri Widodo.
Kisah-kisah di jalur mudik ini menjadi gambaran bahwa di balik padatnya arus kendaraan, kehadiran polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan kepedulian, rasa aman, dan kehangatan bagi para pemudik yang tengah menempuh perjalanan pulang ke kampung halaman. (SC03)

