Aceh Jaya – Cuaca yang tidak menentu sering menjadi tantangan bagi para petani di Aceh Jaya. Hal ini pula dialami oleh Zainal Abidin (56), seorang petani asal daerah tersebut yang belum lama ini harus menjalani perawatan akibat demam dan tekanan darah rendah.
Beruntung, Zainal telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), sehingga proses pengobatannya berjalan lancar tanpa kendala biaya.
Zainal menceritakan bahwa dirinya mulai merasakan gejala demam dan pusing setelah seharian bekerja di ladang dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah.
“Sering kali pas mau sakit kemarin malah agak pusing kepala saya tiba-tiba. Cuaca terik panas, terus tiba-tiba mendung. Jadi badan gak siap karena cuacanya yang tidak mendukung,” ujar Zainal, Jumat (7/11).
Meski sudah terbiasa bekerja di bawah terik matahari maupun hujan, kali ini tubuhnya tidak mampu menahan perubahan cuaca yang ekstrem. Ia sempat mengalami demam tinggi dan pusing yang cukup mengganggu aktivitas, hingga akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Setelah diperiksa, dokter menyatakan tekanan darahnya menurun, yang menjadi penyebab utama rasa pusing dan lemas yang ia alami.
“Sebagai petani, saya harus tetap bekerja walau cuaca tidak menentu. Tapi kalau badan sudah gak fit, ya akhirnya tumbang juga. Saya baru tahu kalau sering pusing itu karena tekanan darah saya turun, setelah dicek dokter,” tambahnya.
Setelah semalam menjalani perawatan, kondisinya mulai membaik. Zainal merasa sangat terbantu dengan adanya program JKN karena tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan.
“Sekarang sudah lumayan, sudah bisa duduk. Kalau kemarin duduk aja susah. Saya cukup bawa KTP, langsung dilayani. Gak susah, cepat juga prosesnya,” ungkapnya.
Ia bersyukur karena di usianya yang tidak lagi muda tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Zainal juga mengapresiasi pelayanan dari tenaga medis di puskesmas yang menurutnya ramah dan profesional tanpa membedakan latar belakang pasien.
“Kalau gak ada JKN, mungkin saya harus mikir dulu soal biaya. Tapi karena sudah terdaftar, saya tinggal datang dan langsung ditangani. Ini sangat membantu, apalagi buat kami yang penghasilannya gak tentu. Dokternya baik, perawatnya juga perhatian,” ujarnya.
Pengalaman Zainal menjadi pengingat pentingnya memiliki perlindungan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian. Risiko kesehatan bisa datang kapan saja, terlebih di tengah cuaca yang tidak menentu. Ia pun mengajak masyarakat, khususnya para petani dan pekerja lapangan, untuk memastikan diri telah terdaftar sebagai peserta JKN dan status kepesertaannya aktif.
“Kita gak tahu kapan sakit datang. Jadi lebih baik siap dari sekarang. Kalau sudah terdaftar, gak perlu bingung kalau butuh berobat. Harapan saya, program ini terus ada dan pelayanannya makin baik, karena banyak orang yang sudah terbantu, termasuk saya sendiri,” tutupnya. (SC03)
![]()






















