Sumutcyber.com, Langkat – Usut dugaan kecurangan penetapan calon kepala desa di Pilkades serentak di Kabupaten Langkat, belasan perwakilan dari Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC-IMM) Kab. Langkat kembali menggelar aksi demo.
Adapun aksi yang dilakukan mahasiswa di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Langkat, dengan membawa boneka berbentuk pocong hingga membakar boneka tersebut, Rabu (15/6/2022) sekira pukul 14.45 WIB.
Teatrikal yang dimainkan para mahasiswa ini bentuk kekesalan mereka dikarenakan Kepala Dinas PMD Langkat, Sutrisuanto tidak menemui para mahasiswa pendemo dan sehingga mahasiswa ini meminta jawaban terkait rekomendasi DPRD Langkat untuk seleksi ulang tertulis bagi desa yang bermasalah.
Selain itu juga PC-IMM Langkat juga, meminta Kepada Dinas PMD Langkat untuk mundur dari jabatannya, dikarenakan ketidakmampuannya dalam menyelesaikan kisruh Pilkades serentak di beberapa desa yang ada di Kabupaten Langkat.
Pantauan Sumutcyber.com, saat di lokasi, para mahasiswa itu berorasi sambil membentangkan poster kecaman terkait adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan penetapan calon kepala desa, di Pilkades serentak di Langkat
Dimana saat mahasiswa melakukan orasinya, disambut oleh Sekretaris Dinas PMD Langkat dan didampingi Kabid Pemdes didepan pintu gerbang kantor Dinas PMD Langkat dan diminta masuk ke ruangan dengan lima orang perwakilan.
Di dalam ruangan Kadis PMD Langkat, Sekretaris Dinas PMD Langkat Marlin Sinulingga didampingi Kabid Pemdes PMD Langkat Sefian Ardy pun menjelaskan pertanyaan yang disampaikan para mahasiswa.
Terima Audiensi PC IMM Kota Medan, Wali Kota Rico Waas: Pemko Butuh Peran Mahasiswa Bangun...
Termasuk pertanyaan terkait rekomendasi DPRD Langkat tentang minta pengulangan ujian bagi desa yang bermasalah. Dalam hal itu, Sekdis PMD Langkat mengatakan, rekomendasi DPRD Langkat itu hanya sebagai bahan pertimbangan saja, dan tidak bisa membatalkan SK bupati dalam hal penundaan pelaksanaan Pilkades serentak.
Penjelasan yang dikatakan Sekdis tersebut diterima para perwakilan mahasiswa IMM Langkat, dan beberapa jawaban lainnya yang disampaikan Kabid Pemdes PMDK Langkat, dari pertanyaan pihak mahasiswa.
Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kabupaten Langkat, Arie Armanda, kemudian mempertanyakan terkait Bimtek-bimtek aparat desa oleh pihak Dinas PMD Langkat, termasuk kegiatan Workshop.
Kabid Pemdes PMDK Langkat, Sefian Ardy menampik atas tuduhan kegiatan Bimtek tersebut. Tidak ada pihak Dinas PMDK Langkat mengundang/ mengintruksikan desa untuk ikut Bimtek tersebut. “Kami hanya diundang sebagai narasumber saja”, katanya.
Mendengar jawaban terkait persoalan itu, Arie Armanda mengatakan, akan mencari fakta-fakta lagi soal keterlibatan Dinas PMD Langkat soal Bimtek tersebut.
Sebelumnya, Arie mengatakan, aksi yang kedua kali ini kita lakukan, dikarenakan, aksi yang pertama, setalah hari Jum’at itu tidak ada tanggapan dari Dinas PMD Langkat. Dan hari ini, Dinas PMD mengijinkan kita bertemu, dan memberikan tanggapannya, terhadap tuntutan kita, ucapnya.
Usai pertemuan tersebut, Ketua PC-IMM Langkat, Arie Armanda yang ditanya awak media, soal telah diberikannya tanggapan atau jawaban dari pihak Dinas PMD Langkat, apakah puas atas jawaban tersebut? Arie pun mengatakan, sebagian sudah, namun masih ada kami anggap keganjikan-keganjilan terkait Pilkades ini.
Jadi ada beberapa poin memangnya sudah ditanggapi dan dijelaskan juga dari Dinas PMD Langkat. Seandainya kalau kemarin kita diundang seperti hari ini, maka kami hari ini, tidak melakukan aksi yang ke 2 ini.
“Jadi ada beberapa poin juga yang menjadi tanda tanya bagi kami, dan kami akanmencari fakta-fakta lagi. jika tanggapan tadi tidak sesuai, maka akan mempertanyakan kembali,” katanya. (SC-TPA)






















